PKL di Pasar Kranji Diduga Sengaja Dipelihara Jadi Aset Oknum

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI, Cendana News – Carut marut pengelolaan pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi menjadi sorotan pedagang.

Kali ini, terkait keberadaan pedagang kaki lima yang di areal pasar yang saat ini tengah dilakukan pembangunan revitalisasi gedung baru.

Dugaan adanya pembiaran pedagang kaki lima di areal pembangunan pasar baru Kranji Baru, sengaja dipelihara sebagai aset oknum.

“Harusnya pemerintah tegas terkait pedagang kaki lima di areal pasar. Pedagang eksis di Pasar Baru Kranji terkesan dianaktirikan,” ungkap Sri Mulyono perwakilan pedagang kepada Cendana News, Minggu (10/7/2022).

Indikasi menjadi aset oknum dalam penataan pedagang kaki lima di areal pasar Kranji Baru lanjut Sri Mulyono sangat jelas. Namun tegas dia, namanya pungutan liar (Pungli) tidak menggunakan kwitansi.

“Contoh sebelum lebaran Idulfitri, di bagian Timur areal pasar ada pedagang yang mau sewa untuk dagang kaki lima, sudah bayar Rp6 juta. Tapi belum ditempati sudah digusur. Korban siap dijadikan saksi,” tegas Sri Mulyono.

Padahal, imbuhnya, jelas dalam denah dari konsultan perencanaan pembangunan pasar Kranji Baru bahwa sisi selatan dan utara pasar harus dikosongkan, tidak ada aktivitas.

Akibat adanya pedagang kaki lima tersebut, jalur jadi tersendat, saat ini lagi ada pengerjaan pengurukan pasar.

Ia pun mempertanyakan peran Kepala Pasar Kranji Baru terkait maraknya pedagang kaki lima. Apa lagi saat ini, ikut campur menagih down payment (DP) kepada pedagang yang mengambil kios baru.

“Aneh kan, sedangkan pedagang eksis saja taat sama aturan pemerintah. Suruh pindah-pindah tapi kan tidak gratis, begitu pindah langsung bayar DP. Kenapa, malah kepala pasar menata pedagang kaki lima yang legalitasnya ga ada,” tanya Sri Mulyono.

“Karena ini kan kaki lima yang ada itu tidak gratis, tapi dikenakan biaya,” tegas Sri Mulyono mengaku jika PKL itu ada juga dari pedagang di dalam TPS, tapi karena diizinkan mereka buka di lokasi pembangunan pasar.

Sementara Kepala Pasar Kranji Baru Agus Sudrajat, dikonfirmasi masalah keluhan adanya PKL di wilayah areal pembangunan pasar Kranji Baru menjawab hal itu masalah kecil.

“Ini masalah kecil, tidak ada masalah soal PKL, tanya langsung ke pedagangnya, ga ada masalah soal pembangunan PKL bisa dimainkan dan ini masalah kecil, yang penting PKL bisa diatur, ini pasar lho bang,” ucapnya.

Lihat juga...