Murid Muhammadiyah I Ngaglik Sleman Wakili DIY di Ajang OSN Tahun ini

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA Cendana News — Seorang murid asal SD Muhammadiyah I Ngaglik Sleman Yogyakarta mewakili DIY untuk melaju dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi 2022.

Dia adalah Cherisse Mazaya Herawan (11). Murid kelas VI SD itu melaju dalam ajang bergengsi nasional yang digelar rutin setiap tahun untuk kategori bidang IPA.

Sebelumnya, tahun 2021 lalu, Cherisse juga maju dalam ajang yang sama, serta berhasil mendapat predikat Honorable Mention atau peringkat 100 besar.

“Tahun lalu saya juga mewakili DIY dan maju di tingkat nasional. Alhamdulillah bisa masuk 70 besar. Mudah-mudahan, dengan persiapan yang matang, Agustus 2022 besok bisa meraih hasil lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Cherisse saat ditemui di sekolahnya, Jumat (15/7/2022).

Guna menghadapi ajang OSN tersebut, anak ke dua dari pasangan Tutut Herawan serta Eka Novitasari, itu mengaku telah melakukan sejumlah persiapan. Persiapan itu ia lakukan baik itu bersama guru pembimbingnya di sekolah, maupun secara mandiri di rumah.

“Setiap hari rutin belajar dan latihan mengerjakan soal, dengan didampingi secara intens oleh guru sekolah. Selain itu juga aktif mengikuti ajang serupa yang digelar instansi/lembaga non pemerintah rutin hampir setiap bulan,” ungkapnya.

Menurut guru pembimbing di SD Muhammadiyah I Ngaglik Sleman, Husna Dian Niken Nurmalita Sari, Cherisse memang merupakan anak yang memiliki bakat kecerdasan khususnya di bidang sains.

Selama 6 bulan terakhir ini saja, ia tercatat sudah berhasil meraih berbagai prestasi di ajang serupa.

Antara lain juara 1 Olimpiade Indonesia Hebat, meraih medali emas dj ajang Olimpiade Sains Nusantara, medali emas ajang KFC Junior Student Academy, juara 1 regional ajang Hilo Health & Green Science, hingga meraih medali perunggu Olimpiade Sains Kuark dan Kompetensi Sains Nalaria Realistik.

“Kita pihak sekolah memang terus mendampingi dan memberikan bimbingan secara intens. Biasanya bimbingan kita berikan di luar jam sekolah. Seperti misalnya mengerjakan soal latihan. Selain itu sekolah juga aktif mendorong Cherisse mengikuti ajang-ajang serupa agar semakin terbiasa dan terlatih,” ungkap guru sains ini.

Cherisse sendiri mengaku menyenangi pelajaran IPA sejak kecil. Hal itu juga tak bisa dilepaskan karena memang cita-citanya ingin menjadi seorang dokter.

“Karena belajar IPA itu asyik. Mudah dipahami, selain itu kan nanti kalau sudah besar bisa masuk ke berbagai profesi,” ujar Cherisse yang mengaku biasa membaca hingga 20 buah buku dalam sehari itu.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Muhammadiyah I Ngaglik Sleman, Ari Wibowo, mengatakan pihaknya selama ini memang selalu berupaya untuk melayani setiap bakat/minat dan potensi setiap siswa di bidang apapun. Baik itu di akademik maupun non akademik.

Dengan bimbingan dan dukungan penuh dari pihak sekolah, diharapkan potensi yang dimiliki setiap siswa dapat terus berkembang, sehingga mampu menghasilkan prestasi secara maksimal.

“Bisa masuk dalam ajang Olimpiade Sains Nasional selama dua tahun berturut-turut itu bukan suatu hal yang kebetulan. Tapi memang melalui proses. Mulai dari melatih kedisiplinan, menumbuhkan semangat dan kemauan untuk terus belajar hingga memberikan pelatihan dan bimbingan secara konsisten,” ungkapnya.

Menurut Ari, dengan menorehkan berbagai prestasi sedini mungkin, seorang anak, akan mendapatkan berbagai manfaat/keuntungan di masa mendatang. Seperti misalnya mendapat tawaran beasiswa, hingga mendapat kemudahan saat mendaftar ke jenjang sekolah lebih tinggi.

“Kalau sudah menorehkan berbagai prestasi, tentu siswa itulah yang akan dicari-cari oleh banyak sekolah,” pungkasnya.