Begini Kata Sri Sultan Agar Petani Mampu Bangun Pemasaran
Admin
YOGYAKARTA, Cendana News – Sri Sultan HB X berharap petani di DI Yogyakarta mampu memenuhi kebutuhan lokal dengan produk lokal.
Namun jika belum mampu, Sri Sultan berharap para petani dan pelaku UMKM DIY mampu mengemas dan melakukan pemasaran produk luar dengan lebih menarik.
Dengan begitu, kata Sri Sultan peredaran uang di DIY akan lebih besar.
“Sehingga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” kata Gubernur DIY itu dilansir dari laman jogjaprov, Rabu (13/7/2022).
Untuk itu, menurutnya sangat penting bagi para petani milenial untuk menggunakan teknologi guna membangun sistem pemasaran berkelanjutan. Dan, peningkatan kualitas hasil taninya.
Selain itu, penggunaan teknologi juga penting untuk menjaga dan memastikan kualitas produk pertanian.
Sri Sultan mengatakan, program ‘SiBakul Jogja’ milik Dinas Koperasi dan UMKM DIY sukses memutar uang dan menghidupkan gairah pasar.
“Berkaca dari program itu, sektor pertanian juga bisa melakukannya,” kata Sri Sultan.
Apalagi, saat ini petani milenial lebih mendominasi keberadaan petani senior di DIY.
Sebanyak 4.500 UMKM DIY melakukan transaksi secara kontinyu per hari.
“Perputaran uang dari sektor ini tidak bisa dibilang main-main untuk menumbuhkan perekonomian,” tegas Sri Sultan.
Sri Sultan menilai, sektor pangan juga bisa melakukan hal itu. Misalnya, setiap dua minggu ada target transaksi senilai 50 ton beras.
Maka, di minggu-minggu selanjutnya stok juga harus ada. Jangan sampai bubar.
“Sistem penyediaan barang berkualitas yang kontinyu ini adalah kunci,” jelas Sri Sultan.
Sementara itu, Pemda DIY akan terus mendorong dan memfasilitasi terkait standarisasi.
Namun, Sri Sultan mengingatkan agar harus ada verifikasi produk terlebih dahulu.
“Jangan asal jual karena punya konsekuensi hukum bila kualitas tester berbeda dengan kualitas komoditas dagang,” kata Sri Sutan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan hal tersebut saat melakukan dialog pada Festival Lumbung Mataraman.
Bertajuk ‘Gebyar Potensi Petani Milenial DIY’, acara tersebut berlangsung di Halaman Kantor DPKP DIY, Umbulharjo, Selasa (12/7).
Acara tersebut untuk meningkatkan gairah pemasaran hasil produk pangan lokal DIY, dengan menonjolkan kualitas yang terstandarisasi dengan baik.
Pada acara tersebut, Sri Sultan juga mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat di bidang pengadaan pangan lokal, terutama oleh petani muda milenial.
Menurutnya, semangat milenial untuk menghadirkan produk-produk pangan lokal DIY agar bisa menembus pasar luar daerah, patut mendapatkan apresiasi dan dukungan.
Pihaknya mengaku tidak ada masalah untuk menggelontorkan dana APBD untuk mendukung upaya pemenuhan pangan lokal tersebut.
Karena yang terpenting siapa yang mengkonsolidasi dan membangun potensi menjadi sesuatu.
“Kami back up dengan APBD, ndak ada masalah, karena APBD juga punya masyarakat Jogja, bukan milik pemerintah,” kata Sri Sultan.