Makin Berkembang, Pelaku UKM di Argomulyo Butuh Modal Lebih Besar

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UKM) di desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, mengaku membutuhkan akses pinjaman modal besar.

Sebagian pelaku UKM di desa Argomulyo membutuhkan akses pinjaman modal lebih besar karena usahanya sudah berkembang.

Salah satu pelaku UKM di desa Argomulyo Pipit Sartika Dewi,   mengatakan pinjaman modal usaha yang kecil tidak cukup untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar.

Pipit Sartika Dewi adalah pelaku usaha bidang makanan ringan. Dia merintis usaha kue bakpia sejak 2021, dan kini sudah berkembang.

Dari hanya membuat bakpia, saat ini Pipit sudah memiliki kios kecil dan menambah produk jualannya dengan aneka keripik.

Dia mengaku mengawali usahanya dengan pinjaman Modal Kita Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Dari pinjam sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta, kini Pipit merasa pinjaman modal itu tidak lagi mencukupi.

Menurutnya, selama ini plafon pinjaman ‘Modal Kita’ maksimal hanya Rp5 juta.

Dan, dia menilai jumlah pinjaman tersebut tidak cukup untuk mengembangkan usahanya untuk lebih besar lagi.

Pipit mengaku setidaknya membutuhkan pinjaman modal sebesar Rp10-20 juta setiap tahunnya, agar bisa membesarkan usahanya.

Baca: Berawal dari Produksi Bakpia, Pipit Kini Miliki Kios Jajanan

“Terus terang, untuk kulakan makanan ringan satu bungkus plastik besar saja saya butuh modal paling tidak Rp750-1 juta,” kata Pipit.

Sementara itu Manajer Unit ‘Modal Kita’Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Banar Lucia, mengakui adanya batasan plafon Modal Kita sebesar Rp5 juta.

Dia mengatakan, pembatasan plafon tersebut untuk menghindari persoalan kredit macet di kalangan anggotanya.

“Karena ‘Modal Kita’ mikro ini tidak ada agunan, sehingga cukup berisiko untuk memberikan pinjaman dalam jumlah besar,” katanya.

Dia pun menjelaskan, bahwa program pinjaman Modal Kita memang untuk pelaku usaha yang sedang dalam tahap meirintis.

Karena itu, jumlahnya memang terbatas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Sebenarnya selain pinjaman ‘Modal Kita’ mikro ada juga jenis pinjaman Modal Kita dengan plafon hingga Rp20 juta,” katanya.

Namun demikian, Lucia mengatakan pinjaman tersebut mengharuskan adanya agunan dari nasabah.

Dan, untuk Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo belum menerbitkan pinjaman ‘Modal Kita’ dengan plafon besar tersebut.

“Namun dengan adanya usulan dari anggota ini, tentu kita akan pertimbangkan,” katanya.

Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri.

Yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto tersebut mendirikan koperasi sebagai penggerak perekonomian warga desa binaannya.

Desa Argomulyo merupakan desa binaan Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, program tersebut telah mendorong bangkit dan berkembangnya pelaku usaha kecil di desa.

Lihat juga...