Kesetiakawanan Sosial dan Gotong Royong Jadi Semangat Utama PPUKRN
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA, Cendana News – Sejak terbentuk pada 21 November 2015 silam, Organisasi Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN) selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai daerah pelosok tanah air.
Di samping dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP), penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan ini juga rutin diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang tersebar di 27 propinsi.
Baik itu kegiatan seperti donor darah, pemberian santunan kepada anak yatim-piatu, penyaluran bantuan bencana alam, hingga berbagai kegiatan lainnya.
Lalu bagaimanakah organisasi yang bersifat independen dan non partisan, serta tidak menjadi bagian dari organisasi massa atau partai politik manapun ini mampu menyelenggarakan kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut.
Ternyata menurut Wakil Sekretaris Umum I, DPP Kirab Remaja Nasional, Aziz Marzuki, semua itu bisa dilakukan berkat semangat gotong-royong serta komitmen kesetiakawanan sosial seluruh anggota, untuk ikut berkontribusi dalam melanjutkan perjuangan dan pembangunan bangsa dan negara Indonesia tercinta.
“Kita menggalang dana dengan cara patungan antar anggota. Meskipun kita tidak meminta apalagi mewajibkan. Namun sesuai keikhlasan dan kesadaran masing-masing. Ini sesuai arahan Ketua Dewan Penasehat PPUKRN Siti Hardijanti Rukmana,” ujarnya.
Lewat berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, kepemudaan dan olahraga serta bela negara itulah, PPUKRN ingin mengajak seluruh pemuda dan remaja di seluruh Indonesia untuk ikut menumbuhkan rasa kebangsaan dan semangat cinta tanah air serta memelihara keharmonisan Bangsa melalui persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai mana diketahui pada era Orde Baru, tepatnya sekitar tahun 90-an, pemeritah Presiden Soeharto, membentuk dan menyelenggarakan kegiatan Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional setiap tahunnya.
Kegiatan ini merupakan suatu prosesi jalan kaki yang dilakukan oleh generasi muda/pelajar orang yang terpilih dengan melewati proses dan kualifikasi yang telah ditetapkan.
Para pelajar ini berasal dari 27 provinsi seluruh Indonesia (pada saat itu) serta perwakilan dari negara-negara lain. Mereka berjalan dengan membawa panji-panji kebangsaan seperti Bendera, Lambang Negara dan Pataka, berisikan slogan-slogan yang membangkitkan semangat berprestasi dan kesetiakawanan sosial generasi muda.
Dimana pada tempat-tempat tertentu mereka akan bermalam di rumah penduduk serta mengadakan kegiatan Karya Bakti Sosial, Sarasehan dan Malam Kesenian dengan mengikut sertakan masyarakat setempat.
Pelaksanaan Kirab Remaja Nasional ini diprakarsai oleh Putri Presiden Soeharto, yakni Siti Hardijanti Rukmana serta diselenggarakan oleh Yayasan Tiara Indonesia.
Selama pelaksanaannya, Kirap Remaja Nasional telah melahirkan 4 angkatan. Dimana dalam setiap angkatan terdiri dari sebanyak kurang lebih 1.500 peserta. Terdiri dari 54 perwakilan pelajar putra dan putri di setiap propinsi.
Setiap tahunnya, jumlah angkatan ini tercatat selalu mengalami peningkatan, baik jumlah peserta maupun pelaksanaannya.
Kirab Remaja Nasional ini dilakukan dengan dua tahapan, yaitu dilaksanakan di setiap Propinsi pada tahap awal, dan akhirnya dari semua provinsi itu berkumpul dalam acara puncak di Ibukota Negara Republik Indonesia.
Lewat berbagai dinamika dalam kegiatan Kirap Remaja Nasional inilah, setiap peserta digembleng untuk ikut mengukir momentum bersejarah dalam pengembangan jati diri generasi muda yang kreatif dan inovatif dalam mewujudkan cita-cita Bangsa.