Sampah di Kabupaten Bekasi Capai 2.800 Ton Perhari, TPA Burenagkeng Overload
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BEKASI, Cendana News – Permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi masih menjadi sorotan, setelah tumpukan hingga lebih dari 300 meter terjadi komplek elit Metland Cibitung.
Kondisi tersebut kian memprihatinkan, karena produksi sampah terus meningkat sementara tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng hanya mampu menampung 700-800 ton per harinya.
“Jumlah sampah di Kabupaten 2.800 ton per harinya, rumusannya dari KLHK satu orang menghasilkan sampah 0,7 kilogram per hariJadi jangan heran jika ke Kabupaten Bekasi melihat titik sampah terjadi di berbagai tempat. Karena yang tidak tertampung di TPA Burangkeng menjadi titik sampah liar seperti di kali sampai ke laut,” tegas Yopi, kepada UPTD 3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Minggu (29/5/2022).
Tak hanya itu, lanjut Yopi mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berada di Kabupaten Bekasi pernah melakukan pengecekan dari pesisir Pantai Jakarta hingga ke Karawang. Diketahui wilayah pesisir banyak telah terjadi abrasi, namun akibat sampah membuat bibit mangrove tidak tumbuh.
Kondisi tersebut jelasnya perlu perhatian semua pihak, tentunya dari pemangku kebijakan mengeluarkan kebijakan yang strategis, di antaranya teknologi di TPA sarana prasarana harus diperbaiki kemudian edukasi kepada masyarakat lebih diintensifkan.
“Kabupaten Bekasi ini bukan darurat sampah lagi, tapi lebih layaknya dikatakan krisis sampah. Perlu kebijakan strategis. Apalagi saat ini TPA Burangkeng sudah overloads sudah stadium 5,” jelasnya.
Sementara belum ada kebijakan TPA dikelola swasta. Namun demikian dia mengaku bahagia mendengar program Pj Bupati Bekasi untuk menambah lebar TPA Burangkeng dan menambah teknologi RTM untuk membuat sampah jadi sebuah produk seperti briket.
“Bicara kebersihan sampah itu adalah tanggungjawab bersama, itu sesuai amanah Undang-undang. Semua harus terlibat menjaga kebersihan dari masyarakat pemerintah pengusaha sampai ke pemangku kebijakan,” tandasnya.