Pertempuran Dahsyat Soeharto, dari Zaman Belanda Hingga PKI 1965
Editor: Koko Triarko
Serangan Umum 1 Maret 1949
Merupakan serangan yang terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 di Ibu Kota RI, Yogyakarta. Serangan ini untuk membuktikan kepada dunia internasional, bahwa (TNI) masih ada. Sehingga, mampu memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB.
Soeharto waktu itu menjabat sebagai Komandan Brigade X/Wehrkreise III Yogyakarta berpangkat Letnan Kolonel.
Ia ditunjuk sebagai pelaksana lapangan Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh Panglima TNI Jenderal Soedirman.
Terlepas dari kontroversi siapa sebenarnya pencetus gagasan untuk melancarkan serangan ini, Letkol Soeharto merupakan sosok sentral. Soeharto yang turun langsung ke medan pertempuran, dan memimpin pasukan pejuang menyerang tentara Belanda di Yogyakarta.
Setelah terjadi pertempuran sengit sejak pukul 06.00 pagi, TNI bersama laskar pejuang berhasil menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam.
Berita keberhasilan pejuang RI merebut kota Yogyakarta langsung disiarkan melalui radio AURI di Playen. Kemudian diteruskan ke Bukittinggi dan India. Hingga sampai ke Markas PBB di Washington DC, Amerika serikat.
Berkat keberhasilan Serangan Umum 1 Maret 1949 ini, posisi tawar Indonesia menjadi kuat.
Sejumlah negara di dunia akhirnya mendukung kemerdekaan dan mengakui kedaulatan RI.
Tanggal 1 Maret pun ditetapkan sebagai hari besar nasional. Diperingati sebagai hari Penegakan Kedaulatan Negara.