Jelang Lebaran, Sejumlah Homestay di Desa Tamanmartani Mulai Dibooking
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News – Untuk pertama kalinya pasca pandemi, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran pada perayaan hari raya Idul Fitri tahun 2022 ini.

Kebijakan ini pun langsung disambut antusias seluruh masyarakat di berbagai daerah pelosok tanah air. Pasalnya tak bisa ditampik, momen mudik Lebaran setiap setahun ini, dinilai selalu mampu mendongkrak perekonomian di daerah.
Hal itu pulalah yang juga dirasakan sejumlah desa binaan Yayasan Damandiri yang tersebar di 15 desa di wilayah Pulau Jawa. Momen lebaran tahun ini diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi, khususnya di sejumlah desa yang mengandalkan sektor pariwisata.
Seperti misalnya di desa binaan Yayasan Damandiri, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Desa yang terletak di sisi barat kawasan wisata Candi Prambanan ini selama ini memang mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu pengungkit perkonomian warga.
Tak sedikit warga di desa Tamanmartani yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, seperti misalnya dengan membuka layanan homestay.
Sejak ditetapkan sebagai desa binaan tahun 2017 lalu, Yayasan Damandiri, bahkan telah membangun dan merenovasi sekitar 12 rumah-rumah warga menjadi penginapan atau homestay dengan 24 kamar.
Pembangunan homestay ini dilakukan sebagai bagian program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Alhamdulillah untuk lebaran tahun ini seluruh homestay di Desa Tamanmartani sudah mulai buka dan melayani tamu. Tentu ini kabar baik, karena selama pandemi homestay tak bisa beroperasi,” ujar Manajer Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah, selaku pengelola kampung Homestay Damandiri di desa Tamanmartani.
Maimunah menyebut sampai saat ini, atau dua minggu sebelum hari H, sejumlah homestay di desa Tamanmartani bahkan telah dibooking tamu asal luar daerah. Ini menjadi bukti, mulai pulihnya sektor pariwisata di desanya.
“Saat ini sudah ada beberapa kamar homestay yang dibooking. Tamu ini berasal dari luar daerah yang hendak mudik ke Yogyakarta. Syukur Alhamdulillah, warga pemilik homestay akhirnya bisa mendapatkan pemasukan lagi dari sektor pariwisata,” katanya.
Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Tamanmartani Kalasan Sleman sebagai desa binaan sejak tahun 2017 lalu. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan bentukan Presiden Kedua RI HM Soeharto ini aktif melakukan pemberdayaan di berbagai sektor.
Selain membangun unit usaha ‘Warung Kita’, serta ‘Modal Kita’, Yayasan Damandiri juga membangun ‘Kampung Homestay’ guna mengankat potensi pariwisata di desa Tamanmartani.
Melalui sejumlah program pemberdayaan inilah, Yayasan Damandiri, berharap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa Tamanmartani dapat semakin meningkat. Yang pada akhirnya mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.