Jaga Neraca, Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Saring Anggota Berkualitas
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News – Pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir, diakui menjadi salah satu ujian berat bagi setiap koperasi untuk bisa tetap eksis dalam membantu memberikan akses permodalan bagi masyarakat miskin dari kalangan menengah ke bawah.

Bagaimana tidak, selama pandemi tak sedikit masyarakat kecil kehilangan pekerjaan dan pendapatan sehari-hari mereka, setelah usahanya terhenti. Akibatnya, mereka pun tak mampu membayar angsuran pinjaman, yang berdampak pada ketidakseimbangan neraca keuangan koperasi.
Hal itu pulalah yang dialami Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul. Akibat pandemi, Koperasi binaan Yayasan Damandiri ini mengalami penurunan omset pinjaman cukup signifikan. Salah satunya disebabkan karena tingginya angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) di kalangan anggota.
Beruntung, berkat arahan dan bimbingan dari Yayasan Damandiri, Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul masih tetap bertahan dan eksis hingga saat ini. Salah satu kunci keberhasilan Koperasi Gemah Ripah dalam melewati pandemi Covid-19 ini adalah terus melakukan inovasi serta evaluasi menyeluruh.
Manager Umum Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul, Ambyah mengatakan, pihaknya tak henti melakukan berbagai upaya untuk bisa menekan angka kredit macet di kalangan anggota. Di antaranya adalah dengan melakukan seleksi ketat pada setiap pencarian pinjaman.
“Selama beberapa waktu terakhir ini kita memperketat pencairan pinjaman modal usaha. Pencarian hanya kita berikan pada anggota yang berkualitas. Sehingga neraca keuangan koperasi bisa tetap jalan,” ungkapnya.
Untuk bisa mengetahui mana anggota yang berkualitas dan tidak, Koperasi Gemah Ripah pun aktif melakukan penyaringan atau verifikasi. Hal ini dilakukan dengan melihat track record setiap anggota nasabah unit ‘Modal Kita’ selama berapa tahun terakhir.
“Dari total sekitar 1600 anggota yang menerima manfaat pinjaman, semua kita lakukan seleksi. Hingga sekarang tinggal sekitar 1.060 anggota yang aktif. Dari 1060 anggota aktif tersebut, tercatat ada sekitar 200 anggota berkualitas. Mereka inilah yang kita fokuskan menerima pinjaman,” katanya.
Dengan cara ini, terbukti angka kredit macet di kalangan anggota Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul tercatat semakin menurun. NPL yang awalnya mencapai 50 persen kini mulai berada di level angka 30 persen. Meski belum maksimal, namun upaya ini dinilai mampu memperbaiki kondisi neraca keuangan koperasi.
Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Trirenggo Bantul sebagai desa binaan sejak tahun 2017 lalu. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Yayasan bentukan Presiden ke-2 RI HM Soeharto ini, tak henti melakukan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat. Termasuk di sektor ekonomi.
Selain mendirikan unit usaha Warung Kita, Yayasan Damandiri, selama ini juga aktif menggelontorkan dana mencapai miliaran rupiah melalui unit usaha ‘Modal Kita’ untuk memberikan akses permodalan serta menggerakkan perekonomian warga desa.
Dengan akses pinjaman modal usaha inilah, warga miskin di DCML Trirenggo bisa mengajukan pinjaman untuk memulai atau mengembangkan usaha. Sehingga diharapkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Yang pada akhirnya akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.