Omset Pinjaman Kecil Multiguna Unit “Modal Kita” DCML Madura Capai Rp500 Juta

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Selain aktif memberikan akses pinjaman modal usaha bagi warga miskin melalui program pembiayaan Modal Kita mikro, KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di DCML Madura, Wanaraja, Cilacap, Jawa Tengah selama ini juga aktif memberikan akses pinjaman modal usaha bagi warga kelompok menengah ke atas.

Pinjaman modal ini disebut dengan pinjaman Modal Kita Kecil atau pinjaman Multiguna. Manager Umum KUD Mandiri Lestari Sejahtera Madura Puji Heri Santoso menjelaskan Modal Kita Kecil atau pinjaman Multiguna merupakan program pembiayaan bagi anggota kalangan menegah ke atas. Baik itu dari kelompok keluarga Sejahtera 3 atau 4.

Tak seperti program Modal Kita Mikro yang memiliki plafon 1-2 juta rupiah per nasabah atau maksinal Rp5 juta, program pembiayaan Modal Kita Kecil Multiguna ini memiliki plafon pinjaman lebih besar, hingga mencapai Rp15 juta. Jika setiap nasabah Modal Kita Mikro dikenai jasa sebesar 18 persen per orang, maka pada program Modal Kita Kecil Multimedia ini setiap nasabah dikenakan jasa 25 persen.

Hingga tahun 2022 ini jumlah pemanfaatan program pembiayaan Modal Kita Kecil Multiguna di KUD Mandiri Lestari Sejahtera Madura sendiri tercatat telah menyasar sebanyak 35 Orang Anggota. Yakni dengan omset perputaran sebesar Rp500 juta dan pendapatan jasa kurang lebih Rp150 juta per tahun.

“Pinjaman kecil ini baru berjalan sekitar 1-2 tahun terakhir. Saat awal pelaksanaan program pinjaman ini memanfaatkan modal sebesar Rp250 juta. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berkembang menjadi sekitar Rp500 juta. Yakni dengan keuntungan yang meningkat dari semula Rp35 juta per tahun menjadi Rp150 juta per tahun,” ungkap Heri.

Untuk peserta pinjaman kecil atau multiguna sendiri, dikatakan Heri, mayoritas merupakan anggota peserta pinjaman mikro berprestasi yang memiliki track record bagus. Yakni mereka yang selalu rutin membayar angsuran bulanan secara tepat waktu dan tidak pernah memiliki masalah.

“Selain berprestasi dan memiliki track record bagus, mereka juga wajib memiliki usaha. Syarat lain adalah harus menyertakan jaminan atau agunan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Pasarean Pamijahan Bogor Jawa Barat sebagai desa binaan sejak akhir 2018 lalu. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Yayasan bentukan HM Soeharto ini aktif melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan baik itu di bidang ekonomi pendidikan kesehatan lingkungan maupun sosial.

Selain mendirikan KUD Kartini Mandiri Lestari sebagai motor penggerak ekonomi, Yayasan Damandiri juga mengelontorkan dana miliaran rupiah untuk menjalankan sejumlah unit usaha berupa itu Warung Kita, hingga unit usaha Modal Kita sebagai akses permodalan bagi warga dalam memulai dan mengembangkan usahanya.

Dalam unit usaha Modal Kita, KUD Kartini Mandiri Lestari menjalankan dua program pembiayaan bagi warga desa. Yakni Modal Kita Mikro yang lebih diperuntukkan bagi warga miskin atau kurang mampu serta Modal Kita Kecil Multiguna bagi warga kalangan menengah ke atas.

Melalui sejumlah program pemberdayaan inilah diharapkan, kondisi ekonomi masyarakat desa Pasarean Pamijahan Bogor dapat semakin meningkat. Selain mampu meningkatkan pendapatan warga hal ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Lihat juga...