Yayasan Damandiri Evaluasi Pelaksanaan Program DCML di 15 Desa Binaan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Memasuki tahun kelima pelaksanaan program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) di sejumlah desa binaan, Yayasan Damandiri saat ini fokus melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi menyeluruh terhadap program DCML dilakukan untuk mengukur capaian target yang telah berhasil dicapai sejak pertama kali berjalan pada 2017 lalu.

Meskipun dari 15 DCML yang ada diketahui tidak semuanya telah melaksanakan program pemberdayaan selama kurang lebih lima tahun.

Pasalnya, terdapat juga desa binaan yang baru berjalan kurang lebih 4 tahun, 3 tahun, dan 2 tahun.

“Saat ini sedang kita evaluasi. Karena dari 15 desa binaan, ada yang telah berhasil dan berkembang bagus sekali,” kata Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI (Purn) Soegiono, belum lama ini.

Ketua Yayasan Damandiri yang baru Letjen (Purn) Soegiono, saat meninjau taman bunga Merapi Garden di desa Cerdas Mandiri Lestari DCML Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (12/06/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain itu, ada pula yang salah atau kurang tepat serta ada yang seharusnya berkembang, namun justru macet karena sejumlah kendala,” ungkap Soegiono.

Soegiono juga mengatakan, sejak awal pelaksanaan program DCML, pihaknya memang tidak hanya sekadar melakukan upaya pemberdayaan lewat penyaluran dana bantuan sosial.

Namun juga mendirikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi, dengan tujuan agar setiap desa binaan bisa mengelola dan mengembangkan bantuan pinjaman modal usaha yang telah disalurkan.

“Di samping menyalurkan dana hibah, kita juga menyalurkan dana pinjaman modal usaha. Harapan kita, dana pinjaman modal usaha itu tidak hanya sekadar dibagi saja. Namun, juga bisa dikembangkan secara bergulir. Sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Munculnya persoalan kredit macet yang ada di sejumlah Koperasi DCML, diakui memang terjadi akibat dampak pandemi Covid-19.

Hal ini dinilai akan berpotensi menghambat kemanfaatan program Modal Kita di setiap DCML. Sehingga harus segera diatasi dan dicarikan solusinya.

“Ada beberapa koperasi yang macet cukup gede. Tentu ini tidak bisa kita diamkan begitu saja. Sehingga harus kita evaluasi. Ya, mudah-mudahan segera bisa diatasi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri merupakan yayasan yang didirikan HM Soeharto, bersama Haryono Suyono, Sudwikatmono dan Liem Siou Liong (Sudono Salim) pada 15 Januari 1996.

Yayasan Damandiri didirikan dengan tujuan utama membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini, Yayasan Damandiri melalui program DCML, fokus melakukan upaya pemberdayaan masyarakat di 15 desa di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.

Hal ini sejalan dengan cita-cita pendiri yayasan, untuk mengatasi persoalan kemiskinan.

Dimulai sejak 2017 lalu, program DCML ini tercatat telah mampu berkontribusi membantu ribuan keluarga miskin di berbagai daerah. Baik dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun keagamaan.

Lihat juga...