DCML Berlanjut, Damandiri Fokuskan Upaya Pemberdayaan Desa Binaan di Sektor Produktif
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Yayasan Damandiri tahun ini ingin lebih fokus membantu pengembangan sektor-sektor produktif di seluruh desa binaannya.
Strategi ini dipilih sebagai tindak lanjut program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) di 15 desa binaannya.
Limabelas desa binaan Yayasan Damandiri itu tersebar di sejumlah daerah, baik di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY maupun Jawa Timur.
“Mulai tahun ini kita akan lebih fokus untuk pengembangan sektor produktif,” ujar Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus.
Hal itu menurut dia karena tahun sebelumnya lebih fokus pada program pemberdayaannya.
“Karena sudah berjalan, sekarang kita fokuskan untuk mengembangkan hasil pemberdayaannya,” kata Firdaus.
Firdaus mencontohkan jika di salah satu desa binaan memiliki unit usaha di sektor pertanian, maka Yayasan Damandiri akan lebih membantu dalam hal pengadaan bibit, hingga proses pemasaran ataupun sisi marketingnya.
Begitu pula jika desa binaan tersebut telah memiliki unit usaha sektor peternakan atau perikanan, dan lain-lain.
“Kalau unit usaha di sektor pertanian, peternak ataupun perikanan tersebut bisa berjalan dan berhasil, bukan tidak mungkin nanti akan kita tularkan dan kita sebarkan untuk diterapkan ke semua DCML yang ada,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, salah satu desa binaan Yayasan Damandiri yang bisa dikatakan cukup berhasil mengembangkan unit usaha di sektor peternakan adalah DCML Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.
Desa tersebut menerima program pemberdayaan sejak dua tahun terakhir.
Melalui Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, desa itu berhasil mengembangkan usaha budi daya bebek pedaging.
Dari beberapa kali uji coba yang dilakukan, usaha budi daya bebek pedaging ini dinilai mampu memberikan potensi keuntungan yang menjanjikan.
Sehingga, saat ini pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri selaku pelaksana program DCML Cilongok, tengah mengembangkan usaha ini dengan menambah kapasitas jumlah produksinya.
Desa Cilongok memanfaatkan varietas bebek pedaging Gunsi 888, yang dinilai memiliki sejumlah keunggulan.
Di antaranya, lebih cepat dari sisi pertumbuhan, perawatan yang relatif mudah, serta nilai jualnya yang tinggi.
Pada 2022 ini, DCML Cilongok bahkan berencana membudidayakan sekitar 14.000 ekor bebek pedaging jenis Gunsi 888 secara bertahap.
Dari jumlah itu, 65 persennya dibudidayakan di kelompok-kelompok ternak milik warga sekitar. Sementara, 35 pesennya dibudidayakan di kandang demplot DCML Cilongok.