Budi Daya Ikan Koi Skala Rumahan, Warga Sleman ini Bisa Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Budi daya ikan Koi skala rumahan ternyata bisa memberikan penghasilan besar hingga puluhan juta rupiah.

Hasil budi daya ikan Koi skala rumahan yang lumayan besar itu, setidaknya dibuktikan oleh seorang warga desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Adalah Tri Hadi Saputra (55), warga desa Sambisari itu yang berhasil mengembangkan budi daya ikan Koi skala rumahan di pekarangan.

Lelaki satu ini membudidayakan ikan Koi yang terkenal sebagai ikan hias mahal hanya dengan memanfaatkan kolam kecil dan sederhana.

Di samping memanfaatkan kolam semen mini, ia juga hanya memanfaatkan kolam bak plastik untuk menjalankan usahanya.

“Saya hanya pakai kolam semen berukuran 2 x 1,5 meter persegi untuk pemijahan,” kata Hadi, sapaan akranya, Senin (31/1/2022).

Tri Hadi Saputra (55), pelaku budi daya ikan Koi skala rumahan, warga desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Senin (31/1/2022).  –Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu untuk tempat anakan, dia memanfaatkan kolam plastik bulat berdiameter 50 sentimeter.

Memiliki tujuh pasang indukan, Hadi mengaku bisa memproduksi sekitar 2.000 hingga 3.000 bibit ikan Koi berbagai jenis.

Bibit ikan tersebut dihasilkan dengan sistem perkawinan dan pemijahan secara berantai setiap bulannya.

Dia menjelaskan, dalam setiap bulan indukan dikawinkan dalam kolam pemijahan.

Satu kolam berisi 1 betina dan 2 jantan dewasa. Dari perkawinan itu, biasanya akan menghasilkan sekitar 7.000-8.000 anakan.

“Tapi, yang bisa bertahan hidup biasanya hanya sekitar dua ribu hingga tiga ribu ekor saja,” kata Hadi.

Setelah dipijah, lanjut Hadi, burayak atau anakan ikan Koi akan dipisah untuk kemudian dibesarkan di bak pembesaran.

Kolam pembesaran ini, kata Hadi menggunakan sistem filter layaknya akuarium. Yaitu, terdapat pompa yang berfungsi mengalirkan air ke saringan, kemudian masuk ke tiap bak secara berurutan.

Dia mengatakan, meski angka kematian burayak masih cukup tinggi, namun untuk usaha skala rumahan hasilnya cukup lumayan.

Dari dua ribu hingga tiga ribu anakan usia 5-7 bulan, dia mengaku  bisa menjual dengan harga Rp5.000-10 ribu per ekor ukuran 5-7 cm.

Meurut Hadi, kunci budi daya ikan Koi skala rumahan ini terletak pada bagaimana menjaga kualitas air, agar selalu bersih dan kaya oksigen.

Sehingga, perawatan harus dilakukan secara rutin. Kotoran pada bak filter dibersihkan tiap tiga hari sekali.

Kemudian pastikan sirkulasi air yang kaya oksigen bisa terus ada di dalam setiap bak kolam penampungan atau pembesaran.

“Untuk penyakit relatif minim, karena dengan sistem kolam kecil seperti ini kualitas air bisa lebih terjaga,” kata Hadi.

Dia berpendapat, jika memanfaatkan kolam tanah justru lebih besar peluangnya terkena berbagai penyakit seperti patogen, jamur, dan lain-lain.

Lihat juga...