Dr. Rusmono Berada di Tengah Romantik Kinerja Presiden Soeharto dan Ibu
JAKARTA – Dalam sebuah ringkasan pendek buku ‘Serangkum Disposisi Presiden Soeharto dan Ibu Negara’, sang penulis buku Donna Sita Indria, menyebutkan almarhum Dr. Rusmono, SKM., selalu berada di tengah-tengah dinamika romantik kinerja pasangan Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto.
Donna Sita Indria dalam ringkasan buku itu mengatakan, bahwa mungkin ada yang mengira berkirim surat kepada Presiden dan Ibu Negara yang sehari-hari sibuk, bagaikan menulis di atas pasir pantai, yang bisa begitu saja lenyap tak berbekas karena tersapu gelombang.
“Namun, tidak seperti itu yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan pendamping setianya, Ibu Negara Hj. Siti Hartinah Soeharto. Hal itu dibuktikan oleh begitu banyak disposisi Pak Harto dan Ibu Tien yang disimpan oleh Dr. Rusmono, yang bertugas sebagai dokter pribadi beliau berdua selama delapan tahun pada 1986 – 1993,” demikian Donna Sita Indria.
Menurut Donna Sita Indria, Ibu Tien Soeharto adalah Ibu Negara yang selalu mendampingi Presiden ke-2 RI HM Soeharto, di seluruh acara resmi kenegaraan dan menjadi penggerak utama pada acara- acara keluarga.
Di luar itu, Ibu Tien Soeharto melaksanakan banyak pekerjaan penting yang hasilnya tetap dapat dirasa dan dinikmati hingga kini oleh masyarakat banyak, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Bunga Mekarsari, Museum Purna Bhakti Pertiwi, dan lainnya.
“Di antara begitu banyak ide orisinalnya sebagai persembahan kepada bangsa dan negara, yang sangat prestisius selain TMII adalah dibangunnya dua rumah sakit yang sangat modern pada zamannya, yaitu Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dan Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita,” kata Donna Sita Indria.

Semua karya Ibu Tien Soeharto, kata Donna Sita Indria, bersentuhan dengan kepentingan kemanusiaan dan dilaksanakan demi kebahagiaan orang banyak.
RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menjadi rumah sakit pertama yang melaksanakan teknik bedah jantung terbuka paling modern waktu itu. Begitu juga dengan RSAB Harapan Kita, dalam pengelolaan tangan sejuk Ibu Tien Soeharto, rumah sakit itu mewarnai prestasinya dengan kelahiran bayi tabung pertama di Indonesia.
“Pak Harto dan Ibu Tien tidak pernah suka menunda-nunda pekerjaan. Catatan waktu yang rinci di dalam setiap surat dan disposisinya di dalam buku ‘Serangkum Disposisi Presiden Soeharto dan Ibu Negara’ membuktikan semua surat yang diajukan, seberapa pun ringan isinya, apalagi yang berat-berat, telah diberikan disposisinya pada hari itu juga atau keesokan harinya,” sebut Donna Sita Indria.
Kalaupun ada satu atau dua surat yang agak lama mendapatkan disposisi, itu karena Presiden dan Ibu Negara melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar negeri.
“Maka, di dalam buku ini dicantumkan juga tanggal dari setiap surat yang diterima oleh ajudan dan tanggal ketika disposisinya ditulis oleh Pak Harto dan Ibu Tien,” jelas Donna Sita Indria.
Menurut Donna Sita Indria, banyak disposisi yang menjadi istimewa, karena Presiden dan Ibu Negara memberikannya bersama-sama. Terlihat beberapa disposisi Presiden Soeharto mengarahkan agar surat yang diterimanya diteruskan kepada Ibu Negara.
“Laporkan kepada Ibu,” tulis Pak Harto. Hal yang sama juga dilakukan Ibu Tien melalui beberapa disposisi bertulisan, “Mohonkan petunjuk Bapak untuk hal ini.”
“Dan, Dr. Rusmono berada di tengah-tengah dinamika romantik kinerja pasangan nomor satu Indonesia ini, yang saling mendukung dalam mengatasi masalah-masalah sosial kemanusiaan,” kata Donna Sita Indria.
Dalam buku ‘Serangkum Disposisi Presiden Soeharto dan Ibu Negara’, kata Donna Sita Indria, Dr. Rusmono mengatakan, bahwa tulisan tangan Pak Harto tegas, tulisan tangan Ibu Tien lebih halus. Tulisan beliau berdua rapi, bagus, dan mirip dengan tulisan tangan putri sulungnya, Mbak Tutut (Siti Hardijanti Rukmana -red).
“Yang sangat dikagumi Dr. Rusmono, semua disposisi beliau berdua membawakan tindak lanjut dengan berbagai petunjuk dan solusi. Dengan begitu, semua staf di bawahnya langsung terarahkan pada penyelesaian masalah yang juga kami laksanakan dengan hati,” demikian Dr. Rusmono, dalam buku tersebut.
Mayjen TNI (Purn) dr. Rusmono, SKM., adalah mantan dokter pribadi Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto. Lahir di Pemalang, 10 September 1943, dan wafat pada Kamis 16 Desember 2021, pukul 19.15 WIB malam. Jenazah akan disemayamkan hari ini, Jumat (17/12/2021) siang.
Mayjen TNI Purn. dr. Rusmono, SKM‚ lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas lndonesia pada1968, dan lulus pascasarjana UI 1982.
Sebagai Letnan Dua, ia turut dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada 1975. Setelah menjadi dokter pribadi Presiden Soeharto 1983-1993, ia menjabat lrjen Departemen Kesehatan. la lulus dari Lemhanas pada 1995 dan menjabat staf ahli Menteri Kesehatan RI pada 2000.
Dokter Rusmono mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Pratama pada 1995, Bintang Yudha Dharma Nararya pada 1996. Tanda Penghargaan Kstaria Bakti Usada pada1997 dan Bintang Jasa Utama.
Selamat Jalan, Mayjen TNI (Purn) dr. Rusmono, SKM.