Gencar Promosi Cara Jasa Sedot WC Raih Konsumen
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Jasa sedot water closet (WC), penampung instalasi pembuangan air limbah (IPAL), sumur dan penampungan air, menjadi alternatif usaha di Bandar Lampung.
Anca, salah satu pekerja di sektor jasa pembersihan air limbah, mengaku bekerja sejak belasan tahun silam. Ia bekerja pada salah satu perusahaan sedot WC swasta di Bandar Lampung. Sedot WC merupakan salah satu jasa yang kerap digunakan masyarakat perkotaan.
Anca bilang, perusahaan sedot WC gencar memanfaatkan media promosi berbagai jenis. Termasuk memanfaatkan media sosial, jejaring sosial hingga pop up iklan. Mengandalkan alogaritma mesin pencarian di mesin pencari internet, jasa sedot WC akan muncul di setiap situs. Pencarian jasa sedot WC memudahkan pengguna internet mendapatkan kontak telepon dan langsung diterima oleh customer service.
Jasa sedot WC, sebut Anca akan menerima pesanan konsumen setelah mendapat order. Customer service (CS) perusahaan akan memberi tugas kepadanya sesuai alamat konsumen.
Memakai armada truk dengan tangki penampung, ia bersama sang pengemudi, Jamal, akan mendatangi lokasi konsumen. Sebulan ia mengaku bisa melayani jasa sedot WC dan keperluan penyedotan air limbah maksimal 60 kali.
“Usaha jasa sedot WC identik dengan pengurasan penampungan air tinja pada konsumen rumah tangga, perumahan, namun sejatinya juga melayani pengurasan bak penampungan air limbah pada perusahaan, restoran, dermaga hingga sejumlah lokasi yang membutuhkan pemompaan air, agar sistem penampungan limbah lancar,” terang Anca, saat ditemui Cendana News, Selasa (30/11/2021).

Anca bilang, di Bandar Lampung ada beberapa perusahaan sedot WC. Ia mengaku, usaha jasa tersebut harus memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup kota Bandar Lampung dan instansi terkait. Perizinan sebagai sebuah usaha jasa diakuinya memperlancar usaha. Perusahaan rutin membayar retribusi bulanan sekitar Rp8juta. Sebab, limbah dibuang ke salah satu IPAL milik pemerintah, agar terpusat dan mudah didaur ulang.
Jasa pembersihan WC, sebut Anca paling banyak dimanfaatkan masyarakat. Sebab, setiap rumah yang memiliki penampungan air WC, kamar mandi, minimal setahun hingga dua tahun sekali memakai jasanya.
Saat musim penghujan dengan daya resap tanah meningkat, ia mengaku permintaan jasa sedot air WC meningkat. Pada permukiman perkotaan dengan kepadatan yang tinggi juga mempengaruhi tingkat permintaan jasa.
“Kami cukup familiar dengan penyebutan jasa sedot WC, karena promosinya memang demikian, iklan gencar dilakukan memakai sejumlah media,” ulasnya.
Anca menambahkan, promosi paling dominan dilakukan dengan pamflet dan brosur kertas. Sejumlah tim promosi kerap menempelkan brosur kertas dengan tulisan sedot WC, atasi WC mampet lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Ia menyebut, cara promosi tersebut cukup efektif karena bisa menjangkau jalan besar hingga masuk ke gang. Penempelan media promosi memudahkan konsumen bisa mengakses jasa yang ditawarkan.
Konsumen, sebut Anca dominan mendapat nomor dari internet untuk jasa yang ditawarkan. Setelah kesepakatan harga yang ditentukan sebesar Rp300.000 per meter kubik air dari penampungan, ia dan pengemudi menuju lokasi.
Kendala yang dihadapi, sebut Anca cukup beragam. Sejumlah warga kerap menutup lubang untuk pemutar lubang septic tank WC dalam keramik. Langkah pertama dengan meminta tukang untuk membongkarnya.
“Kami kerap berkomunikasi dahulu ke pemilik rumah tentang kondisi septic tank, apakah langsung bisa dimasuki selang atau harus dibongkar,” ulasnya.
Pembongkaran di luar jasa yang disediakan, sehingga konsumen kerap harus memakai jasa tukang. Kendala lain, ia mengaku rumah milik warga sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat.
Komunikasi dilakukan kepada pemilik rumah untuk jangkauan selang. Sebab, akses kendaraan yang jauh akan mengakibatkan penambahan selang dengan biaya di atas 15 meter bisa mencapai Rp50.000. Umumnya, konsumen akan sepakat soal harga.
Gencarnya promosi yang dilakukan, sebut Anca tidak lantas membuat setiap hari ia melayani konsumen. Pasalnya, usaha jasa sejenis mulai marak di kota Bandar Lampung sebagai peluang mendapat keuntungan.
Ia menyebut, telah memiliki pelanggan yang rutin menggunakan jasanya. Jujur dalam kapasitas isi tanki, membuat usaha jasa tersebut dipercaya konsumen. Sebab, rivalitas dalam usaha kerap menimbulkan trik-trik penambahan kapasitas sebelum penyedotan.
“Ada konsumen yang pernah komplain, karena kapasitas air limbah sedikit, namun di tangki lebih banyak, jadi kami terbuka untuk melihat kapasitas tangki kosong, agar biaya tidak membengkak,” ulasnya.
Jamal, sang rekan, menyebut normalnya kapasitas septic tank pada perumahan hanya 3 meter kubik. Air dan tinja yang telah menumpuk selama minimal satu tahun, harus rutin dibersihkan.
Saat penghujan, ia mengaku dengan daya resap tinggi pada septic tank kerap mempercepat volume air. Sehari ia bisa melayani permintaan maksimal dua konsumen.
“Permintaan dari perusahaan biasanya penyedotan limbah untuk jenis ampas, air dari proses industri,” ulasnya.
Limbah yang dihasilkan pada skala industri, sebutnya bisa mencapai 10 hingga 20 meter kubik. Tangki penampungan berisi air limbah dari WC, dan penampungan perusahaan akan dibuang ke pengolahan IPAL. Lokasi tersebut diakuinya berada di tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung. Pembuangan limbah pada lokasi yang telah ditetapkan akan mempermudah proses penanganan lanjutan. Sebab, limbah bisa diolah menjadi pupuk dan tidak mencemari lingkungan usai pengelolaan.
Hesti, salah satu pengguna jasa sedot WC, mengaku mendapat nomor telepon dari internet. Promosi diperoleh saat ia mencari dari internet terkait garam, untuk peluruh saluran WC. Selain dari internet, ia mengaku mendapatkan informasi jasa sedot WC dari iklan di tiang telepon.
“Jasa sedot WC yang ditempel pada tiang telepon sama dengan iklan di internet,” katanya.
Saat penghujan, ia mengaku septic tank lebih cepat terisi air. Meski jasa sedot WC mencapai Rp300.000, cukup sebanding dengan pelayanan yang diberikan.
Warga Bumi Waras, Bandar Lampung itu mengaku penampungan air rutin dibersihkan. Sebab, semua limbah rumah tangga jenis air, air dari kamar mandi sebagian dibuang ke septic tank.
“Meski sebagian dibuang ke selokan, namun saat penghujan air merembes ke septic tank berimbas saluran WC mampet,” katanya.