Latihan Pernapasan Dapat Membantu Redakan Batuk
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Batuk merupakan respon tubuh alami jika ada substansi asing yang masuk dalam sistem pernapasan. Batuk terjadi karena tubuh berupaya mengeluarkan substansi tersebut. Tapi jika terjadi terus-menerus, menandakan adanya infeksi pada saluran respirasi dan membutuhkan latihan pernapasan untuk meredakan atau membantu proses penyembuhannya.

Konsultan Fisik dan Rehabilitasi Medik, RSUP Persahabatan Jakarta, dr. Siti Chandra Widjanantie, SpKFR(K) menyebutkan, pernapasan untuk pasien batuk harus dilakukan secara bertahap. Karena di area pernapasan ada sensor yang memicu seseorang dapat batuk jika menarik napas panjang.
“Kalau pada pasien yang tidak memiliki batuk, kita akan melatih mereka untuk menarik napas panjang sebelum mengucapkan kalimat atau berbicara. Tapi untuk yang pasien dengan batuk, perlu dilakukan tahapan pernapasan,” kata dr. Chandra dalam diskusi kesehatan, Jumat (17/9/2021).
Tahapan pernapasan ini, maksudnya adalah mengambil napas pendek untuk beberapa kali baru menghembuskan napas panjang sekaligus.
“Ini akan menghindari pasien untuk batuk. Karena batuk pada pasien terpapar COVID, kalau sudah terpicu akan berlangsung dalam durasi cukup panjang. Ini harus dihindari,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan latihan pernapasan ini juga bisa digunakan untuk meredakan gejala batuk.
“Caranya, lakukan pernapasan pendek lalu membuang napas hingga tiga kali, saat yang ketiga setelah membuang napas panjang, kita batuk. Ini akan membantu paru-paru memperbaiki kondisi tubuh,” ucapnya lagi.
Secara teori, latihan pernapasan ini akan meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, merilekskan tegangan otot, meningkatkan efesiensi batuk sehingga melancarkan pernafasan.
“Latihan nafas dalam dilakukan akan menyebabkan terjadinya peregangan alveolus dan akan merangsang pengeluaran surfaktan yang disekresikan oleh sel-sel alveolus tipe II yang mengakibatkan tegangan permukaan alveolus dapat diturunkan. Dengan menurunkan tegangan permukaan alveolus, memberikan keuntungan untuk meningkatkan compliance paru dan menurunkan paru menciut, sehingga paru tidak mudah kolaps,” papar dr. Chandra.
Dengan melakukan latihan pernapasan dan teknik batuk efektif, maka akan terbentuk ketahanan paru-paru dan sekaligus meningkatkan relaksasi otot-otot pada sistem pernapasan.
“Kombinasi teknik pernapasan dalam batuk terbukti dapat membersihkan saluran napas dari hasil sekresi atau dahak berlebih, yang menyumbat saluran napas. Saat tersumbat,udara yang membawa oksigen sulit untuk masuk. Dengan melakukan batuk efektif dan latihan pernapasan maka membersihkan saluran pernapasan,” paparnya lebih lanjut.
Ia menyebutkan teknik ini bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak membutuhkan alat bantu khusus. Hanya perlu mempersiapkan tempat membuang dahak.
“Tisu atau sapu tangan, wadah tertutup yang berisi cairan disinfektan seperti air sabun atau detergen dan satu gelas air hangat. Metode melakukannya harus tepat untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas medis untuk memastikan teknik yang dilakukan sudah benar,” pungkasnya.