Hingga Akhir September 2021 Sumsel Masih Mewaspadai Potensi Karhutla
Sebelumnya, OKU Timur dan Lahat, sempat menjadi perhatian. Namun pada tahun ini sudah tidak ada lagi hot spot. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, Sumsel tetap mengalami hujan di musim kemarau pada Agustus-September 2021. Hujan diprediksi tetap turun karena pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole.
Kondisi ini mengandung kemiripan dengan cuaca dan iklim yang terjadi di 2020. Namun curah hujan selama musim kemarau tersebut hanya berkisar 50 mm per-dasarian atau tidak melebihi 150 mm dalam satu bulan atau kategori menengah. Berkat adanya hujan tersebut, setidaknya turut membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya Desindra mengatakan, terdapat sejumlah titik api di Sumsel. Namun setelah turun hujan pada Jumat (6/8/2021) Sumsel kembali ke status hijau atau aman karhutla. Walau demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, karena sejatinya karhutla itu terjadi disebabkan oleh 99 persen ulah manusia. (Ant)