Toyota Juara 24 Hours of Le Mans untuk Keempat Kalinya Secara Beruntun
Mobil Toyota bernomor delapan, yang juara tiga tahun sebelumnya, finis runner-up dikendarai Kazuki Nakajima, yang berbagi tugas dengan, Sebastien Buemi dan Brendon Hartley. Setelah 1.440 menit, 370 lap, dan lebih dari 5.000 kilometer serta 33 kali pistop, mobil Toyota bernomor tujuh, menghindari kesialan yang mencederai peluangnya pada 2017, 2019 dan tahun lalu, demi finis pertama dalam balapan ketahanan paling bergengsi itu.
Nakajima, masuk pit di belakang Kobayashi, yang mengemudikan mobil terdepan, sebelum finis untuk memastikan kedua mobil Toyota melintasi garis finis dengan tandem. kendati keduanya berjarak dua putaran dalam klasifikasi. “Kami nyaris (juara) berulang kali, dan menyelesaikan itu di sini dengan hypercar yang baru juga dengan orang-orang ini. Rekan satu tim melakukan tugas yang luar biasa. Saya menangis. Ini segalanya, Anda bekerja sangat keras untuk itu setiap tahun, Anda lupa bagaimana kerasnya,” kata Conway, usai balapan.
Kompleks Sirkuit Sarthe, tahun ini dipadati oleh pengunjung dalam jumlah terbatas, setelah Le Mans tahun lalu digelar tertutup karena pembatasan terkait pandemi COVID-19 yang tak memungkinkan gelaran tersebut diramaikan 250.000 penonton seperti biasanya. Tahun ini, pengunjung dibatasi hanya 20 persen dari kapasitas atau sekira 50.000 penggemar menyaksikan dominasi Toyota saat Le Mans memperkenalkan era Hypercar.
Kobayashi, mantan pebalap Formula 1 dengan Toyota dan Sauber, memastikan start terdepan di grid, setelah mencetak waktu tercepat dalam kualifikasi Jumat. Tahun lalu, dia dan rekan-rekan satu timnya melewatkan pole, tetapi finis ketiga setelah kehilangan waktu cukup lama di pitstop karena pergantian turbo.
Pada 2019 mereka melaju terdepan, namun ban mereka pecah satu jam sebelum finis sehingga memupuskan harapan mereka meraih kemenangan. Mereka juga finis kedua pada 2018 dan pada tahun sebelumnya Kobayashi dan Conway menjadi rekan satu tim yang merebut pole namun gagal finis karena masalah kopling.
Hanya terdapat lima Hypercar, pengganti kategori sebelumnya LMP1, dari 61 mobil yang berlomba di Le Mans tahun ini. Peugeot bergabung tahun depan diikuti oleh Audi, Ferrari dan Porsche pada 2023, serta sejumlah pabrikan lainnya. Pukul 16:00 waktu setempat, mesin-mesin dengan turbo mulai melibas trek mengawali edisi ke-89 Le Mans. Akan tetapi, tidak mengikuti tradisi, penyelenggara mengizinkan para pebalap melakukan tiga formation lap untuk beradaptasi dengan kondisi trek.
Kondisi trek yang basah ketika start, membuat sejumlah mobil kehilangan kendali dan terlibat tabrakan. Mobil Toyota bernomor delapan ditabrak dari belakang oleh pebalap Prancis, Olivier Pla. yang mengendarai mobil Glickenhaus nomor 708. Mobil bernomor delapan itu kembali naik ke posisi kedua 90 menit berselang dan bertahan di sana, tapi kehilangan cukup banyak waktu karena mengalami getaran dan masalah pengisian bahan bakar.
Kategori LMP2 jatuh ke tangan tim WRT, asal Belgia lewat Robin Frijns, Ferndinand Habsburg dan Charles Milesi yang mengemudikan mobil Oreca bernomor 31. Sementara dua mobil Ferrari, tim AF Corse memenangi kategori LMGTE Pro dan Am. Balapan ketahanan di barat laut Prancis itu akan kembali digelar di slot tradisionalnya pertengahan Juni tahun depan. (Ant)