Terdampak Refocusing, Bantuan UPPO untuk Petani di Mukomuko Terancam Batal 

Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko - Foto Ant
MUKOMUKO – Sebanyak lima kelompok tani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terancam batal menerima bantuan unit pengolah pupuk organik (UPPO) dari pemerintah pusat, karena kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kementerian, kemungkinan ada refocusing anggaran, kegiatan ini, untuk pasti masih menunggu,” kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Ali Mukhibin, Rabu (11/8/2021).
Sebanyak lima kelompok tani, yang tersebar di sejumlah wilayah tersebyut, pada 2021 ditetapkan sebagai calon penerima paket bantuan UPPO dari pemerintah pusat. Mereka adalah, Kelompok Tani Makmur Desa Ujung Padang, Kelompok Tani Sido Makmur Desa Tanjung Mulya, Kelompok Tani Panca Karya Desa Sumber Makmur, Kelompok Tani Sekar Tanjung Desa Sido Makmur, dan Kelompok Tani Setia Makmur Desa Aur Cina.
Pemerintah daerah, mengusulkan lima kelompok tani tersebut kepada pemerintah pusat untuk menerima bantuan UPPO. Selanjutnya, menunggu pencairan dana tahap pertama 70 persen atau Rp140 juta dari total dana kegiatan Rp200 juta. Dana sebesar itu, rencananya untuk pembangunan rumah kompos, kandang ternak, dan pembelian delapan ekor sapi.
Dana bantuan tahap kedua 30 persen, atau Rp60 juta untuk membeli mesin pencacah bahan baku pembuatan pupuk organik, seperti pelepah kelapa sawit, batang padi, dan mengaduk kotoran ternak. Selanjutnya, dana bantuan tahap kedua 30 persen untuk membeli sepeda motor roda tiga yang berfungsi untuk mengangkut bahan baku pembuatan pupuk organik.
Kapasitas mesin UPPO milik setiap kelompok tani, dari dua kelompok di daerah tersebut bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 kilogram per jam. Kementerian Pertanian memberikan bantuan dana untuk membeli berbagai sarana pertanian, guna pengembangan usaha pengolahan pupuk organik milik kelompok tani di daerah ini. Pemerintah memberikan bantuan ini agar kelompok tani mandiri dalam membuat pupuk organik, yang dibutuhkan mereka dalam menyuburkan tanaman untuk pertaniannya. (Ant)

 

Lihat juga...