Positif Rate Harian Covid-19 di Sikka Capai 5,79 Persen
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
MAUMERE — Angka positif rate harian kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai angka 5,79 persen dan masih di atas ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebesar lima persen.

“Angka positif rate kita memang masih tinggi dimana hari ini mencapai 5,79 persen atau masih di atas ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).
Clara menyebutkan, angka positif rate merupakan persentase perbandingan antara jumlah kasus positif warga yang terinfeksi virus Corona dengan jumlah tes yang dilakukan.
Dikatakan, hari ini, Rabu (11/8) dilakukan tes terhadap 397 sampel dan hasilnya 23 orang dinyatakan positif, dengan total kasus positif sebanyak 4.394 orang.
“Kasus aktif atau yang masih menjalani perawatan sebanyak 241 orang dan yang sembuh sebanyak 4.075 orang. Meninggal 78 orang, dimana 10 orang berstatus probable,” terangnya.
Clara menambahkan, rasio kesembuhan sebanyak 92,74 persen sementara rasio kematian 1,78 persen, yang mana 93,76 persen kasus positif berasal dari transmisi lokal.
Sambungnya, tingkat hunian tempat tidur di RS TC Hillers Maumere sebesar 38.2 persen, RS St.Gabriel Kewapante 8,3 persen, RS Sta. Elisabeth Lela 20 persen dan isolasi terpusat sebanyak 34,78 persen.
Ia menjelaskan, ketersedian tabung oksigen di RS TC Hillers Maumere sebanyak 25 buah, RS St.Gabriel Kewapante 17 dan RS Sta.Elisabeth Lela 19 buah.
“ Kasus aktif menurut golongan usia paling banyak di rentang usia 19 hingga 45 tahun. Terdapat tujuh anak usia dua sampai lima tahun dan di bawah satu tahun terdapat empat anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelola Opini dan Aspirasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sikka menyebutkan, dalam Instruksi Mendagri terkait perpanjangan PPKM Level IV ditekankan penguatan 3T yakni testing, tracing dan treatment.
John sebutkan, untuk testing perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate <10% (sepuluh persen), maka testing perlu terus ditingkatkan terhadap suspek, yaitu mereka yang bergejala dan juga kontak erat.
“Target orang dites per hari untuk Kabupaten Sikka sebesar 3.234 orang,” sebutnya.
Lanjut John, untuk tracing perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi.
Karantina pun sebutnya, perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat dan setelah diidentifikasi kontak erat harus segera diperiksa dan karantina perlu dijalankan.
“Bila hasil pemeriksaan positif maka perlu dilakukan isolasi dan jika hasil pemeriksaan negatif maka perlu dilanjutkan karantina,” ungkapnya.
John menambahkan, treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala.
Sebutnya, hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit.
“Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan,” tutupnya.