Kurangi Aktivitas Penggunaan Ponsel, Ajari Anak Berkegiatan Sosial

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SITUBONDO  – Aktivitas pembelajaran di masa PPKM mengacu pada intensitas penggunaan handphone yang intens setiap hari. Hal ini bisa mengakibatkan anak kecanduan, sehingga juga bisa membentuk sikap anak menjadi cenderung introvert.

Menurut Sumiati, warga Desa Lamongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, dirinya lebih memilih mengajari anaknya untuk aktif bersosialisasi dengan teman sebaya, dibandingkan dengan sering pakai ponsel.

Menurut Sumiati pula, kecenderungan anak yang aktif menggunakan handphone memang mengakibatkan interaksi sosial menjadi sangat minim. Karena terlalu nyaman dengan aktivitas sendiri.

“Untuk mengurangi intensitas anak saya bermain handphone, saya biasa membatasi waktu penggunaannya setiap hari,” ujar Sumiati kepada Cendana News, di Desa Lamongan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Kamis (19/8/2021).

Melatih anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sosial masyarakat, mencegah aktivitas penggunaan handphone secara berlebihan. Vivi (kanan), asyik berbincang dengan teman sebayanya di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Kamis (19/8/2021). – Foto: Iwan Feri Yanto

Sumiati menambahkan, waktu penggunaan handphone untuk anaknya, dimulai pada saat pembelajaran berlangsung setiap hari. Sebelum aktivitas pembelajaran dimulai, ia mengaku melarang anaknya menggunakan handphone.

“Kalau aktivitas pembelajaran via daring belum dimulai, saya melarang anak untuk bermain handphone. Biar mereka bermain dulu bersama teman-temannya. Itu lebih menyehatkan,” ungkapnya.

Sumiati mengupayakan membatasi anak terlalu sering menggunakan handphone, sebab khawatir dampak ke depan yang akan terjadi. Oleh sebab itu, anak sebaiknya dikenalkan dan lebih akrab dengan lingkungan sosial yang ada di sekitarnya.

“Menatap layar handphone yang terlalu lama dapat merusak indra penglihatan. Selain itu, juga bisa berdampak pada mental,  cenderung mudah marah dan mudah tersinggung. Maka, saya lebih mengutamakan anak saya untuk bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya,” jelasnya.

Sumiati menyebutkan, walaupun aktivitas pembelajaran via daring, jangan sampai anak dibiarkan terlalu lama bermain handphone. Hal ini untuk menjaga kebaikan dan kesehatan anak itu sendiri.

Secara terpisah, Wiwin Asmiati, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, mengatakan, penggunaan handphone untuk aktivitas pembelajaran memang sangat penting. Akan tetapi hal itu memang tetap perlu dibatasi.

“Saya pantau anak saya, kalau selesai mengerjakan tugas maupun aktivitas pembelajaran. Untuk mengurangi penggunaan handphone secara terus-terusan,” ucapnya.

Lihat juga...