Kampung Adat Koke Bale di Lewokluok 10 Besar Nominasi API Awards 2021
Editor: Koko Triarko
LARANTUKA – Tahun ini Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berhasil menempatkan Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong masuk 10 besar nominasi API Award 2021 kategori Kampung Adat.
Kampung Adat Lewokluok ini akan bersaing dengan sembilan Kampung Adat lainnya di seluruh Indonesia, dalam kompetisi Anugerah Pesona Indonesia (API).
“Saya mengharapkan ada riset atau penelitian tentang sejarah terbentuknya rumah adat “Koke Bale” Lewokluok,” sebut Fidelis Lein, tokoh muda wilayah adat Lewokluok, saat dihubungi Minggu (22/8/2021).
Fidelis berharap akan ada peneliti sejarah dan budaya lamaholot, entah mahasiswa, dosen atau peneliti lepas lainnya yang tertarik datang untuk melakukan riset tentang sejarah suku-suku yang mendiami wilayah adat Lewokluok. Termasuk riset tentang sejarah mata air “Leto Matan” di wilayah adat Lewokluok.
Lanjutnya, pasca-API diharapkan para arkeolog tertarik datang untuk meneliti struktur bebatuan yang mengelilingi halaman rumah adat.

“Meneliti huruf dan ukiran kuno di setiap tiang di atas rumah adat, meneliti benda-benda pusaka warisan para leluhur yang masih tersimpan dengan baik di rumah adat,” harapnya.
Fideli juga mengharapkan para peneliti bahasa dan sastra daerah, tertarik untuk meneliti struktur, syair dan makna bahasa adat ‘maran muken” yang diucapkan dengan begitu fasih oleh para tetua adat dalam setip pelaksanaan ritual adat.
Juga para sosiolog tertarik datang untuk meneliti struktur dan sistem sosial masyarakat adat Lewokluok di masa lampau, dan memotret kehidupan masyarakat adat Lewokluok hari ini.
Saran dia, penelitian jejak-jejak sejarah masyarakat adat Lewokluok ini tidak hanya berpusat di rumah adat Koke Bale Lewokluok, tetapi juga menelusuri jejak-jejak sejarah keberadaan enam “Rian Wetak”.
“Mulai dari Rian Wetak Blepanawa, Rian Wetak Bama hingga Rian Wetak Koliwutun. Jika ini terwujud, maka ini menjadi momentum baik buat kita generasi penerus,” ungkapnya.
Fidelis mengakui, hasil-hasil riset di atas tentu sangat penting dan bermanfaat karena akan memberi kita pengetahuan yang utuh dan luas tentang jejak peradaban nenek moyang Lewokluok di masa lampau.
Ia membayangkan, pasca-API Award nanti setidaknya rumah adat Koke Bale nan unik tersebut makin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, bahkan internasional.
“Semoga ada banyak orang yang penasaran dan tertarik untuk datang menyaksikan dan menimba kekuatan spiritual di balik ritual adat “koke bale” yang digelar setahun sekali,” ucapnya.
Sementara itu, Frans Beribe, Sekertaris Lembaga Pemangku Adat (LPA) Demong Pagong, Desa Lewokluok, mengaku bersyukur kampung adat Lewokluok bisa measuk nominasi API.
Frans mengharapkan, agar semua warga suku yang ada di komunitas adat Demon Pagong di mana pun berada bisa memberikan dukungannya dengan cara mengirimkan pesan pendek dukungan.
“Kampung Adat Lewokluok memang rutin menggelar ritual adat tahunan secara besar-besaran, yang merupakan bentuk rasa syukur kepada Lera Wulan Tana Ekan, penguasa langit dan bumi dan leluhur,” ucapnya.
Frans menyebutkan, ritual adat Koke Bale juga merupakan sebuah bentuk ucapan syukur kepada leluhur atau nenek moyang yang merupakan peletak dasar kampung adat ini, sekaligus peletak dasar adat budaya.
“Sampai sekarang pun ritual adat Koke Bale tetap digelar dan merupakan ritual adat besar yang digelar setahun sekali. Dalam ritual ini, semua anak suku di mana pun berada biasanya datang menghadirinya,” ucapnya.