Diversifikasi Produk Penjualan Cara Pedagang Tingkatkan Omzet
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Meningkatkan penjualan produk, sejumlah pedagang di Kota Bandar Lampung melakukan diversifikasi.
Fatimah Zaharoh, pedagang buah di Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung menyebut melihat peluang usaha selain penjualan buah. Peluang usaha sebutnya membuka kesempatan mendapat hasil yang lebih banyak.
Semula Fatimah Zaharoh menyebut menjual buah jeruk peras, salak pondoh, melon, semangka dan apel. Setelah melihat akses jalan penghubung kota Bandar Lampung ke kabupaten Pesawaran cukup strategis ia memilih diverisifikasi produk. Memanfaatkan kios buah yang dibuat sederhana dari papan ia menjual berbagai buah dan olahan singkong.
Olahan singkong sebut Fatimah Zaharoh meliputi kerupuk opak, eyek eyek, beras tiwul, manggleng. Berbagai produk tersebut dijual seharga Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus. Berbagai buah seperti jeruk peras dijual mulai harga Rp20.000 perkilogram. Salak pondoh dijual Rp15.000 per kilogram, semangka Rp7.000 per kilogram, melon Rp10.000 per kilogram serta buah segar lain.
“Peluang usaha harus dimanfaatkan terlebih lokasi yang saya gunakan cukup strategis, tidak hanya fokus pada satu produk menjadi cara untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dan menjadi daya tarik konsumen untuk memilih sejumlah produk yang beragam dengan harga bervariasi,” terang Fatimah Zaharoh saat ditemui Cendana News, Selasa (17/8/2021).
Fatimah Zaharoh menyebut rata-rata per hari bisa menjual hingga satu kuintal buah segar. Selain itu berbagai produk olahan singkong bisa dijual sebanyak puluhan bungkus perhari. Dibandingkan peringatan 17 Agustus dua tahun silam ia menyebut penjualan alami penurunan. Sebelumnya penjualan buah melon, semangka untuk kebutuhan pembuatan tumpeng bahan lomba cukup banyak. Menjual produk lain berupa olahan singkong cukup membantu omzet penjualan.

Pedagang buah lainnya, Ibrahim, di Jalan Imam Bonjol, Tanjung Karang, menyebut diversifikasi produk mutlak dilakukan. Kebutuhan masyarakat yang beragam menjadikan buah segar banyak diminati. Namun ia mengaku juga menyediakan singkong, talas, labu dan produk olahan singkong berupa kerupuk opak. Penyiapan beragam produk yang dijual sebutnya akan menarik minat konsumen untuk membeli.
“Penjualan buah segar kerap menyesuaikan musim sehingga saya juga menjual produk lain menyesuaikan permintaan pelanggan,” terangnya.
Strategi menjual produk yang beragam sebut Ibrahim jadi cara meningkatkan omzet. Permintaan buah segar sebutnya banyak diminati oleh warga untuk peningkat stamina tubuh. Selain untuk menambah stamina tubuh, kebutuhan buah segar sebutnya banyak diminta pedagang jus buah. Pedagang minuman jus buah sebutnya kerap memilih buah yang setengah matang agar awet disimpan.
Strategi agar bisa mendapat omzet lebih banyak dilakukan Hasan. Pemilik usaha kuliner es buah jeruk, es dugan dengan gerobak itu juga menjual makanan sosis dan es teh. Peluang membuka usaha di Taman Dipangga, Jalan Wolter Monginsidi, Talang, Teluk Betung cukup terbuka. Lokasi yang merupakan ruang terbuka hijau (RTH) tersebut kerap dikunjungi warga.
“Saya juga mulai melayani penjualan dengan pembayaran uang digital berbasis aplikasi,” terangnya.
Peluang usaha dengan menjual sejumlah produk diakui Hasan diterapkan sejak lima tahun terakhir. Ia menyebut lokasi Taman Dipangga yang menjadi tempat berkumpul warga cukup strategis.
Menjual minuman segar berbahan buah jeruk, kelapa muda sebutnya cukup menguntungkan. Omzet yang diperoleh bisa mencapai ratusan ribu per hari. Sebagai tambahan omzet ia bahkan memilih menjual sosis dan es teh yang memberinya hasil berlipat.