Banjir di Hubei China, Sedikitnya 21 Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi

SHANGHAI — Lima kota di provinsi Hubei, China, berstatus “siaga merah” setelah hujan sangat deras memutus aliran listrik dan menghancurkan rumah-rumah, media pemerintah melaporkan.

Akibat peristiwa itu hampir 6.000 warga terpaksa diungsikan.

Tim penyelamat telah dikerahkan ke daerah-daerah terdampak, termasuk kota Suizhou, Xiangyang dan Xiaogan, kata Kementerian Penanggulangan Darurat China.

Kota Yicheng mencatat 400 mm curah hujan pada Kamis (12/8).

Menurut media resmi China News Service, sebanyak 774 waduk di Hubei telah melampaui batas peringatan banjir pada Kamis petang.

Cuaca ekstrem di provinsi tengah itu telah merusak lebih dari 3.600 rumah dan 8.110 hektar lahan pertanian dengan total kerugian diperkirakan 108 juta yuan (sekitar Rp239,6 miliar), kata media milik negara China Daily mengutip biro penanggulangan darurat setempat.

China secara berkala mengalami banjir dalam bulan-bulan berhujan di musim panas, namun otoritas telah memperingatkan bahwa cuaca ekstrem kali ini akan lebih sering terjadi akibat perubahan iklim.

Sekitar 80.000 warga diungsikan di provinsi selatan Sichuan akhir pekan lalu dan rekor curah hujan di Henan bulan lalu menyebabkan banjir yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Badan Meteorologi China memperingatkan bahwa badai petir besar kemungkinan akan berlangsung hingga pekan depan dan daerah di sepanjang sungai Yangtze rawan dilanda banjir.

Banjir Hubei 21 Tewas, Empat Hilang

Sedikitnya 21 orang tewas dan empat lainnya hilang akibat banjir yang melanda Provinsi Hubei, China, setelah dilanda hujan deras dalam dua hari berturut-turut.

Sebanyak 8.000 orang terdampak bencana banjir tersebut, demikian pernyataan pemerintah daerah setempat, Jumat.

Curah hujan di Kabupaten Suixian pada Rabu (11/8) pukul 09.00 waktu setempat (08.00 WIB) hingga Kamis (12/8) pukul 09.00 mencapai 503 milimeter.

Tingginya curah hujan itu menyebabkan daerah di wilayah tengah daratan Tiongkok yang beribu kota di Wuhan itu tergenang air dengan ketinggian rata-rata 3,5 meter.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi warga terdampak banjir.

Sebelumnya banjir juga melanda Provinsi Henan yang masih bertetangga dengan Provinsi Hubei.

Banjir di Henan pada 21 Juli lalu itu telah merenggut 302 nyawa warga setempat. (Ant)

Lihat juga...