Pemanfaatan Danais DIY untuk Tanggulangi Covid-19 Disambut Pemdes

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah kepala desa menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi DIY yang berencana menyalurkan dana penanggulangan Covid-19 ke tiap desa di DIY dalam waktu dekat ini. 

Penyaluran dana sebesar Rp50 juta per desa yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY ini dinilai akan sangat membantu pemerintah desa dalam menangani kasus Covid-19 di masing-masing wilayah.

Kepala Desa Kranggan, Galur, Kulon Progo, Saronto, mengaku sudah menunggu adanya bantuan penanggulangan Covid-19 semacam ini. Pasalnya pihaknya mengaku cukup kewalahan dalam menangani kasus Covid-19 yang terus meningkat di wilayahnya.

Desa Kranggan, Galur, Kulon Progo sendiri menjadi salah satu desa yang masuk kategori kawasan zona merah di DIY. Hal itu tak lepas karena tingginya angka peningkatan kasus Covid-19 yang terus terjadi di desa ini sejak beberapa waktu terakhir.

Kepala Desa Kranggan, Galur, Kulon Progo, Saronto, Jumat (30/7/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

Sampai dengan saat ini tercatat ada sebanyak 67 jiwa warga desa Kranggan yang terpapar Covid-19. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berjumlah 47 jiwa. Sejauh ini total jumlah kasus kematian warga akibat Covid-19 di desa ini mencapai 4 orang.

“Memang kita sudah menganggarkan dana desa sebesar Rp100 juta lebih untuk penanganan Covid-19 tahun 2021. Namun sampai dengan saat ini dana tersebut sudah terpakai sekitar 60 persen lebih. Padahal ini baru masuk bulan ke 7, masih ada sekitar 5 bulan lagi, sehingga memang kita butuh tambahan dana lagi,” katanya, Jumat (30/7/2021).

Melihat tren kasus Covid-19 yang terus meningkat, pihak pemerintah desa sendiri sebenarnya telah melakukan rencana perubahan anggaran desa, untuk menambah dana penanggulangan Covid-19. Namun dengan adanya bantuan Danais ini, ada kemungkinan besaran anggaran tambahan dari RAPBDes Perubahan akan diperkecil .

“Walaupun nanti ada bantuan Danais, namun kita tetap akan melakukan rencana perubahan APBDes. Karena kita kan belum tahu kapan dana penanggulangan Covid-19 dari Danais itu cair. Sehingga kita tetap harus menambah dari APBDes. Walaupun kemungkinan jumlahnya kecil,” katanya.

Rencananya, tambahan anggaran penanggulangan Covid-19 ini, baik dari APBDes Perubahan maupun Danais, akan digunakan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan. Mulai dari pengadaan tabung oksigen, APD tambahan, pelaku pemakaman jenazah Covid-19, operasional shelter isolasi, hingga bantuan sosial bagi warga yang melaksanakan isoman, dan sebagainya.

“Selama ini kita rutin memberikan bantuan sembako pada setiap warga yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Selain itu kita juga menyiapkan shelter di komplek balai desa. Namun jumlah dan fasilitasnya masih sangat seadanya, sehingga nanti akan kita perbaiki,” katanya.

Pihak pemerintah desa sendiri berharap agar, kasus Covid-19 di Desa Kranggan bisa segera tertangani. Sehingga dana desa yang semestinya digunakan untuk penanggulangan Covid-19, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya seperti misalnya memulihkan perekonomian warga.

Lihat juga...