Kebutuhan Tabung Oksigen di Banyumas 400 Buah per Hari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Untuk mengatasi kekurangan tabung oksigen di rumah sakit-rumah sakit, Kabupaten Banyumas membentuk satgas khusus untuk memantau ketersediaan oksigen antar-rumah sakit. Mengingat kebutuhan tabung oksigen di Banyumas per hari 400 buah.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, jika sebelumnya rumah sakit hanya bertanggung jawab terhadap stok oksigen di tempatnya masing-masing, maka ke depan akan ada satgas yang memantau ketersediaan oksigen.

Fungsinya, jika ada rumah sakit yang kekurangan oksigen dan ada rumah sakit lain yang mempunyai stok oksigen, maka tabung oksigen tersebut dapat dipakai terlebih dahulu.

“Jadi ketersediaan oksigen ini terpantau secara keseluruhan melalui satgas dan antar rumah sakit bisa saling bantu ketersediaan tabung oksigen. Kalau sebelumnya, stok oksigen di rumah sakit A ya hanya untuk pasien di rumah sakit tersebut saja, sekarang bisa dipindahkan atau dipinjamkan,” terang Bupati, Kamis (29/7/2021).

Namun, lanjut Bupati, meskipun begitu tidak menjamin bahwa stok tabung oksigen untuk pasien Covid-19 kemudian selalu tersedia. Sebab, secara keseluruhan stok tabung oksigen memang minim dan hal tersebut terjadi di semua daerah, tidak hanya di Kabupaten Banyumas.

Untuk solusi kelangkaan tabung oksigen, dalam rapat sempat mencuat usulan untuk membuat pabrik tabung oksigen. Hanya saja dibutuhkan anggaran hingga Rp 5,3 miliar.

“APBD kita tidak mempunyai anggaran sampai Rp 5,3 miliar. Sempat muncul juga wacana untuk menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), tetapi akan kita kaji dulu aturannya, jangan sampai ternyata melanggar aturan dan menjadi temuan nantinya,” jelas Husein.

Terkait waktu pembuatan pabrik oksigen, menurut Bupati, hanya butuh waktu 1-2 hari saja, sepanjang sudah ada tempat. Sebab pabrik tersebut hanya sebagai tempat pengisian tabung oksigen saja.

“Sepanjang penggunaan dana BTT diperbolehkan secara aturan, nanti akan kita mintakan pendapat dari pihak yang berwenang, maka akan kita buat pabrik oksigen, sebab memang kebutuhan oksigen sangat mendesak sekarang,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, saat ini dalam satu hari Banyumas butuh tabung oksigen minimal 400 buah. Beberapa rumah sakit stok tabung oksigen sudah menipis dan ada juga yang habis pada hari ini.

Sehingga usulan gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk menyediakan iso tank oksigen, kemungkinan besar tetap belum bisa mencukupi kebutuhan tabung oksigen. Sebab kapasitas iso tank maksimal 5.000 tabung oksigen dan dibagi pada beberapa kabupaten.

Untuk satu kabupaten diperkirakan mendapatkan 550 tabung oksigen. Stok tersebut dalam satu hari sudah habis untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien Covid-19.

“Kebutuhan tabung oksigen saat ini memang masih tinggi, sehingga solusi yang cepat sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Lihat juga...