BMKG : Jelang Musim Kemarau, Waspadai Potensi Angin Kencang
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang memprakirakan sebagian besar wilayah Jateng, termasuk di Kota Semarang, akan memasuki musim kemarau pada Agustus 2021 mendatang.

“Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat, angin kencang, hingga angin puting beliung,” papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang, Iis Widya Harmoko, saat dihubungi di Semarang, Rabu (14/7/2021).
Diterangkan, selama masa transisi menuju musim kemarau, potensi angin kencang yang muncul dengan durasi singkat, juga diprakirakan akan sering terjadi.
“Untuk itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Termasuk bagi pengguna jalan, sebab angin kencang ini juga bisa berpotensi mengakibatkan pohon tumbang,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali, menuturkan, untuk meminimalisir bahaya angin kencang, terutama terkait kejadian pohon tumbang, pihaknya terus melakukan melakukan perempelan atau pemangkasan dahan pohon yang sudah mulai lebat.
“Antisipasi sudah kami lakukan, mulai dari perempelan, hingga memotong pohon yang dinilai rawan roboh. Utamanya untuk pohon yang sudah tua, lapuk atau terlalu menjorok ke jalan raya,” tandasnya.
Dijelaskan, setiap hari ada tim yang bertugas menyusuri jalanan di wilayah Kota Semarang, untuk melakukan pantauan potensi pohon tumbang.
“Kita juga membuka diri bagi masyarakat, untuk melaporkan, jika menemukan pohon yang dalam kondisi rawan. Misalnya terlalu lebat hingga mengenai kabel listrik, atau pun yang sudah tua, lapuk atau sudah miring, hampir roboh, untuk disampaikan kepada kami, agar bisa ditindak lanjuti,” tambah Ali.
Di satu sisi, pihaknya juga melakukan kajian sesuai kondisi di lapangan sebelum melakukan pemotongan pohon. Tujuannya agar dari segi estetika dan fungsi pohon sebagai peneduh tidak hilang. “Kita imbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan waspada, terlebih saat terjadi angin kencang,” pungkasnya.