Pemkot Kediri Menggelar Sertifikasi Pemandu Wisata
Wali Kota Abu Bakar menambahkan, pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, tentunya juga akan berimbas positif di daerahnya. Letak Kota Kediri, sebagai daerah penghubung, berpeluang besar untuk mendukung pariwisata, khususnya di beberapa bidang usaha seperti jasa pariwisata, akomodasi, penginapan, kuliner dan pusat oleh-oleh. “Merespons hal ini, apa yang akan anda rencanakan untuk mengembangkan bisnis pariwisata,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut dapat memotivasi dan menjadi sarana untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku wisata. “Kegiatan ini membantu meningkatkan promosi dan pemasaran sektor pendukung pariwisata di Kota Kediri secara luas. Lalu juga menyiapkan diri menghadapi perkembangan yang ada. Baik proyek strategis nasional seperti jalan tol dan bandara dengan meningkatkan kompetensi masing-masing yang terstandarisasi melalui sertifikasi,” kata Nur Muhyar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberi materi meliputi dasar-dasar kepemanduan, public speaking for a guide, memimpin perjalanan wisata, psikologi pelayanan dan personal grooming, pengembangan dan pemutahiran pengetahuan bagi pemandu wisata, serta pemahaman lintas budaya bagi pemandu. Pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata atau tour guide itu juga digelar secara gratis, dan diikuti 50 peserta dari biro perjalanan baik di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.
Para peserta diberikan materi di dalam kelas dan akan melakukan praktik lapangan dengan pemateri pelatihan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Semarang pada 11-12 Juni 2021 di GOR Jayabaya Kota Kediri. Peserta yang lulus akan diberikan sertifikat pemandu wisata oleh LSP Gunadharma secara gratis, sebagai bekal menjadi pemandu wisata profesional. Selain itu, bagi peserta yang lulus uji akan membantu program-program pemerintah khususnya di bidang pariwisata. (Ant)