Pemakaman Pedurenan Bekasi Kewalahan Mengurus Jenazah COVID-19
Editor: Maha Deva
BEKASI – Suasana di lokasi Pemakaman Pedurenan, makan khusus COVID-19, di Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021), terlihat padat. Terlihat antrian mobil ambulans, menunggu giliran untuk dilayani.
Ada lima mobil Ambulans terlihat mengantri. Dan ada satu ambulans mengantri dengan membawa peti jenazah ditumpuk di dalam mobil. Ambulans tersebut membawa jenazah dari RSUD Kota Bekasi dan rumah sakit rujukan COVID-19 lainnya.
Ambulans tersebut mengantri, karena menunggu proses penggalian makam yang belum selesai. Petugas gali kubur terlihat kewalahan, karena begitu banyaknya jenazah yang harus dimakamkan, dengan prosedur COVID-19. “Saya dari jam 11.00 WIB, bersama empat Ambulans lainnya menunggu, ini karena belum selesai. Dari Pagi tadi, sudah ada belasan yang dimakamkan, bahkan ada backhoe kecil digunakan untuk menggali kubur,” kata Tongklo, driver ambulans dari Somasi, kepada Cendana News, Sabtu (26/6/2021) sore.
Tongklo menceritakan, saat mengambil jenazah di RSUD Kota Bekasi, banyak mobil ambulans lalu lalang menunggu giliran. Semuanya bergerak mengambil jenazah. Hal itu sudah terjadi dalam seminggu terakhir. Dan pemakaman khusus COVID-19 pun terlihat mulai penuh. Menurutnya, driver ambulans juga kewalahan, karena tidak hanya dari rumah sakit, lingkungan warga-pun juga meminta bantuan, untuk membawa jenazah ke lokasi pemakaman khusus COVID-19 di Pedurenan.
Melihat kondisi pemakaman diareal khusus COVID-19 begitu padat, Cendana News mencoba konfirmasi ke petugas lapangan bernama Pak Yanto. Namun, ia menolak memberi keterangan dengan alasan sibuk mengurus lokasi pemakaman karena antrian yang sudah terjadi. Sebelumnya, kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengakui, petugas penggali kubur di Pedurenan kewalahan. Atas hal itu, iapun mengatakan telah menambah personel di lapangan sebanyak 20 orang. Hingga total jumlah penggali kubur mencapai 50 orang dan bekerja bergantian.
Pemkot Bekasi terus melakukan upaya dalam penanganan COVID-19 di wilayah Kota Bekasi. Salah satunya dengan melakukan penambahan tenda dihalaman gedung IGD RSCAM. Wali Kota Bekasi, Rahmat mengatakan, pelayanan kapasitas IGD telah ditambah dengan tenda dari BPBD.
Hal itu dilakukan, karena tidak muatnya daya tampung di dalam IGD. Dikatakan bahwa pasien saat ini hampir 40 persen berdomisili dari luar Kota Bekasi. Dan tidak mungkin menolak pasein yang datang ke RSUD CAM. “Kami tetap menerima, karena tetap memakai KTP NKRI ini, penambahan juga akan diupayakan dengan mengosongkan area parkir gedung A dan akan ditambah tenda BPBD kembali,”kata Pepen, sapaan akrab Wali Kota Bekasi.