CAF: Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia
Direktur Filantropi Indonesia, Hamid Abidin, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/6/2021) menyampaikan, pandemi dan krisis ekonomi tidak menghalangi masyarakat Indonesia untuk berbagi. Pandemi dan krisis, justru meningkatkan semangat masyarakat untuk membantu sesama. “Yang berubah hanya bentuk sumbangan dan jumlahnya saja. Masyarakat yang terkena dampak tetap berdonasi uang, meski nilai sumbangan lebih kecil, atau berdonasi dalam bentuk lain, seperti barang dan tenaga,” katanya.
“Di beberapa Lembaga sosial dan filantropi jumlah donasi tetap naik, meski peningkatannya tidak setinggi pada saat normal,” tambahnya.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah, kondisi ekonomi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Dibandingkan dengan negara-negara lain, kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia dinilai lebih baik, sehingga tidak berdampak terlalu buruk pada kondisi ekonomi.
Selain itu, pegiat filantropi di Indonesia relatif berhasil dalam mendorong transformasi kegiatan filantropi dari filantropi konvensional ke digital, serta peran dan keterlibatan kalangan muda dan influencer dalam kegiatan filantropi meningkat. “Keterlibatan mereka membuat filantropi bisa dikemas dan dikomunikasikan dengan popular ke semua kalangan, khususnya anak muda,” pungkasnya. (Ant)