Pembudidaya : Ini Media Tanam yang Paling Baik untuk Kaktus
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA — Meski tergolong tanaman yang minim perawatan serta tahan dalam kondisi ekstrim, terdapat sejumlah faktor yang cukup menentukan dalam proses budidaya kaktus hias. Tanaman hias asal gurun Amerika ini membutuhkan media tanam yang tepat hingga kondisi lingkungan yang mendukung.
Salah seorang pembudidaya kaktus sukses asal Kulonprogo, Joko Setiyono (31) membagikan tipsnya dalam pemeliharaan dan pembudidayaan. Bapak satu anak ini mengaku membuat komposisi media tanam sendiri untuk ribuan tanaman kaktus koleksinya.
“Sebagai tanaman yang berasal dari daerah gurun, kaktus membutuhkan media tanam poros yang tidak mudah menyimpan air. Karena itu biasanya saya menggunakan campuran kerilik, pasir malang, sekam bakar, serta kompos daun sebagai pupuk dasar,” katanya, Senin (10/5/2021).
Kompos daun sebagai pupuk dasar dinilai sudah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman kaktus. Joko mengaku tidak perlu lagi menambah pupuk lainnya, baik itu pupuk cair maupun pupuk kimia lainnya saat proses budidaya.
“Setelah ditanam, penyiraman pertama sebaiknya dilakukan setelah 2-3 hari. Tujuannya tanaman bisa beradaptasi dengan media tanam terlebih dahulu dan tidak kaget, baik karena baru saja dipindah dari media tanam lama atau pun karena proses pengiriman. Sebaiknya dalam proses ini tanaman juga ditaruh di tempat yang teduh,” jelasnya.
Setelah 1-2 minggu tanaman kaktus bisa dipindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Proses penyiraman sebaiknya dilakukan cukup 1 minggu sekali. Namun untuk kondisi tempat yang bersuhu mencapai 45 derajat, penyiraman bisa dilakukan hingga 2 kali dalam seminggu.
“Sebenarnya kaktus ini tahan tidak disiram hingga waktu 1 bulan. Apalagi untuk jenis-jenis tertentu. Karena pada dasarnya kaktus merupakan tanaman yang menyukai panas. Sehingga jika kaktus ditempatkan di dalam ruangan seperti misalnya rumah, sebaiknya jangan terlalu sering disiram. Agar tidak busuk dan mati,” ungkapnya.
Tempat yang paling baik untuk membudidayakan kaktus dikatakan Joko adalah tempat terbuka yang langsung terkena sinar matahari selama lebih dari 8-10 jam per hari. Akan lebih baik lagi jika pembudidayaan di lakukan di dalam greenhouse atau lokasi budidaya dengan atap plastik UV untuk meminimalisir jumlah air saat musim hujan tiba.
“Untuk perbanyakan bisa dilakukan dengan tiga cara. Baik itu lewat stek batang, pemisahan anakan, ataupun lewat biji. Yang paling baik memang adalah lewat semai biji. Selain bisa menghasilkan jumlah anakan dalam jumlah banyak, daya tahan tanaman juga akan lebih bagus. Bahkan pembudidaya juga bisa menghasilkan jenis baru dengan proses kawin silang, ” pungkasnya.