Jelajah Wisata Alam Curug Lawe – Benowo Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Destinasi wisata alam kian diminati, meski tetap ada pembatasan di tengah pandemi covid-19. Ada banyak alasan kenapa jenis wisata ini digemari. Selain untuk rekreasi, wisata alam juga bisa untuk ajang olahraga.

Salah seorang pengunjung, Rival Almanaf, saat mencoba kesegaran air dari Curug Lawe – Benowo, saat ditemui di lokasi tersebut, Minggu (11/4/2021). Foto Arixc Ardana

Bagi masyarakat Kota Semarang, ada sejumlah obyek wisata pilihan bagi mereka yang ingin menikmati wisata alam. Salah satunya, wisata Curug Lawe-Benowo. Dua air terjun yang terletak di perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Semarang ini menawarkan beragam keseruan.

“Pertama karena ini wisata alam, tentu saja menawarkan pemandangan alam yang menarik. Sepanjang jalan masih asri, kanan kirinya juga rimbun. Setelah di lokasi, wisata air terjun menjadi daya tarik utama,” papar salah seorang wisatawan, Rival Almanaf, saat ditemu di lokasi tersebut, Minggu (11/4/2021).

Selain itu, lokasi obyek wisata tersebut juga tidak terlalu jauh dari pusat kota. Terletak di lereng pegunungan Ungaran, tepatnya di desa Kalisidi, lokasi desa tersebut hanya berjarak sekitar satu jam berkendaraan roda dua dari pusat Kota Semarang.

“Selain itu, untuk bisa sampai ke obyek wisata utama juga tidak terlalu jauh. Dari lokasi parkir kendaraan, hingga sampai air terjun, ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar satu jam,” tambahnya.

Sementara, pengunjung lainnya, Hermawan, mengaku sudah beberapa kali dirinya berwisata ke curug tersebut. Diakuinya, keindahan alam dan udara pegunungan yang segar di sepanjang perjalan dan lokasi obyek wisata, menjadi daya tarik utama.

“Rasa capek dan lelah selama perjalanan, langsung hilang saat sampai air terjun. Kalau sudah sampai rasanya juga tidak mau segera turun, masih ingin berlama-lama,” terangnya.

Ada beberapa rute yang bisa dipilih untuk wisata Curug Lawe-Benowo. Jika berangkat dari pusat Kota Semarang, wisatawan bisa menuju ke arah Gunungpati melewati kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), hingga melewati Pasar Gunungpati. Dari pasar, ada sejumlah petunjuk jalan yang tersemat untuk menuju air terjun tersebut.

Selain itu, pengunjung juga bisa melalui jalur Kabupaten Semarang, melalui alun-alun Ungaran sebagai ibukota kabupaten. Lalu menuju ke desa Kalisidi.

Setiap orang hanya dikenai tiket masuk sebesar Rp5 ribu, sedangkan biaya parkir motor yakni Rp 2 ribu. Wisata ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-15.00 WIB.

Jangan lupa jika berwisata ke lokasi tersebut, untuk menyiapkan bekal untuk perjalanan ke lokasi tersebut. Seperti roti dan air minum.

Selain itu, juga diperlukan baju pengganti. Tingginya air terjun membuat percikan air terbawa angin ke segala arah, sehingga jika terlalu dekat, bisa membuat tubuh basah kuyup. Untuk itu, baju pengganti perlu dibawa.

“Buat berjaga-jaga sebaiknya berkunjung sewaktu kondisi cuaca sedang bagus atau cerah. Jika mendung atau hujan sebaiknya dihindari, sebab rutenya yang masih berupa tanah liat, bisa semakin licin sehingga perlu lebih hati-hati lagi,” pungkas Hermawan.

Lihat juga...