Petani Purbalingga Panen Padi Protein Tinggi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURBALINGGA – Petani di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga mulai memanen tanaman padi tinggi protein yang merupakan hasil budi daya dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Untuk tahap awal, hasil panennya cukup bagus yaitu mencapai 26 kuintal dari lahan seluas 200 ubin, atau setara dengan 9,28 ton per hektare.
Dosen Unsoed yang juga ketua tim, Dyah Susanti mengatakan, pengembangan penanaman padi tinggi protein ini merupakan program pengabdian berbasis riset pengembangan agroindustri beras khusus berbasis inovasi teknologi padi protein tinggi Unsoed. Program pengabdian tersebut dilaksanakan selama tahun 2019 – 2020 bersama Kelompok Tani Karya.

“Panen kali ini murni di lahan petani, dilakukan oleh petani dengan menerapkan varietas padi protein tinggi Unsoed dan budi daya petani setempat. Hasilnya cukup bagus, setara dengan 9,28 ton per hektare,” kata Dyah, Senin (15/3/2021).
Lebih lanjut Dyah menjelaskan, para petani mengaku merasakan banyak keuntungan dan manfaat dari penanaman varietas unggul padi protein tinggi Unsoed.
Mengingat produksinya jauh lebih tinggi dibanding produksi varietas lain yang sebelumnya dibudidayakan petani. Sebelumnya, petani hanya menghasilkan rata-rata 2 7 kuintal per 100 ubin atau setara dengan 5 ton per hektare.
Selain itu, bentuk dan kualitas berasnya juga jauh lebih bagus. Dimana warna beras putih susu dan kualitas tanaknya sangat pulen. Sehingga harga jual hasil panen juga dipastikan lebih tinggi.
Dosen Unsoed yang juga anggota tim, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, menambahkan, hasil panen beras pulen ini sangat digemari masyarakat. Namun, untuk aroma dibuat tidak wangi, karena tidak semua orang suka akan aroma wangi pada nasi.
“Seperti di Jepang, masyarakatnya suka beras pulen, tetapi yang tidak beraroma wangi. Sehingga karena sudah banyak beras yang wangi, untuk jenis ini kita buat hanya pulen saja,” terangnya.
Sementara itu, terkait kandungan protein yang tinggi dalam beras, Dyah menjelaskan, hal tersebut dimaksudkan untuk memenuhi asupan gizi pada masyarakat.
Ia mencontohkan selama ini masih banyak kasus stunting atau gangguan tumbuh kembang pada anak-anak karena kurangnya asupan gizi. Dengan adanya beras kaya protein ini, diharapkan kebutuhan gizi anak-anak akan terpenuhi dengan lebih baik.
“Beras ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah stunting, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Sehingga jika lebih banyak petani yang menanam dan mereka juga mengonsumsi beras tersebut, maka pemenuhan gizi masyarakat akan terangkat,” tuturnya.
Salah satu petani yang menanam padi protein tinggi, Imam mengatakan, hasil panen kali ini selain lebih banyak, nilai ekonomisnya juga lebih tinggi.
“Kualitas hasil panen sangat bagus, bulir penuh dan juga lebih banyak, kita sangat diuntungkan menanam padi jenis ini,” pungkasnya.