Petani di Pinggirsari Kini Panen Jagung
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BANDUNG – Musim panen jagung di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung berlangsung lebih cepat dari biasanya. Para petani mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan harga jagung yang sedang bagus di pengepul (bandar).
“Kebetulan sekarang harga jagung lagi tinggi, Rp4.200 per kilogram. Takutnya kalau tidak dipanen sekarang harganya anjlok lagi,” ujar Gilang salah seorang petani jagung yang ditemui Cendana News di Kampung Kina 10, Desa Pinggirsari, Senin (8/3/2021).
Gilang mengatakan, umumnya jagung dipanen saat usia tanam mencapai lebih dari dua bulan. Namun saat ini, belum genap dua bulan, jagung sudah dipanen. Meski demikian, Gilang mengaku bersyukur karena ukuran jagungnya sudah cukup besar, walaupun belum terlalu maksimal.
“Ini kalau ditunggu dua mingguan lagi akan lebih bagus hasilnya. Tapi takutnya harga anjlok, wah kesel kalau harganya jatuh. Bahkan bisa cuma Rp1.500 per kilogramnya. Buat nutupin modal tanam saja kadang tidak cukup,” ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan Epi, petani setempat. Ia mengaku, meskipun tanaman jagungnya tidak terlalu luas, namun kesempatan untuk menjual jagung dengan harga tinggi tidak ingin dilewatkan.
“Jarang sekali harga jagung sampai Rp4.200 per kilogramnya. Jadi mumpung lagi bagus harganya, biar pun cuma sedikit saya jual saja,” tandas Epi.
Panen jagung lebih awal ini juga turut disambut gembira oleh para peternak sapi. Pasalnya, mereka bisa meminta tangkal jagung yang sudah dipanen untuk dijadikan pakan hewan ternak mereka.
“Kita yang butuh jukut (rumput) jagung untuk sapi, sekalian bantu bersihkan ladang milik petani jagung. Jadi saling bantu, mereka kasih jukut, kita bantu bersihkan ladangnya,” kata Nandang, salah seorang peternak.
Nandang juga menyebut, saat jukut sedang sulit, tidak sedikit peternak yang terpaksa harus mencari di gunung yang jaraknya jauh. Bahkan, tidak jarang juga dari mereka yang terpaksa harus membeli.
“Iya orang jual jukut bisa Rp30.000 per ikat. Itu juga cuma cukup untuk makan sapi tiga hari. Maka bersyukur sekarang lagi banyak petani jagung yang panen, jadi tidak terlalu susah cari jukut,” pungkas Nandang.