Penghujan, Tanaman Pisang Rentan Hama Kutu Putih dan Fusarium
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Penghujan berdampak langsung pada komoditas hortikultura salah satunya pisang. Sumardiono, salah satu petani di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan bilang hama yang kerap menyerang tanaman pisang cukup beragam.
Jenis hama kutu putih (Mealybug) atau cabuk, hama layu fusarium berimbas pada penurunan kualitas buah, produksi menurun.
Hama kutu putih atau cabuk sebut Sumardiono secara fisik terlihat pada buah. Menempel pada bagian buah hama kutu putih menyerupai bubuk yang menyebar merata. Dampak bagi penampilan fisik buah akan berimbas tidak menarik. Pengepul buah pisang kerap membeli buah dengan harga murah imbas hama tersebut. Sebab sebagian buah akan berwarna hitam pada bagian daging buah.
Sumardiono bilang hama kutu putih disebabkan perubahan cuaca. Sepanjang awal 2021 cuaca kerap didominasi hujan dan kadang panas. Imbasnya pertumbuhan hama kutu putih menyerupai cendawan meningkat populasinya. Ia menggunakan penyemprotan memakai bahan kimia meminimalisir hama. Kutu putih sebutnya bisa dihilangkan dengan pemusnahan tanaman.
“Agar tidak menular ke tanaman pisang lain dan meminimalisir populasi hama kutu putih penebangan pohon lalu dibakar bisa jadi solusi, pada tanaman yang sehat dilakukan pembersihan memakai alat semprot memakai air agar buah tidak dijangkiti hama kutu putih termasuk menjaga kebersihan kebun,” terang Sumardiono saat ditemui Cendana News, Senin (15/3/2021).

Sumardiono bilang hama kutu putih berdampak buah pisang kurang manis saat matang. Sebab oleh sebagian petani dampak penyakit itu menyebabkan buah kepet, seperti trasi dan bantat. Saat matang kulit pisang akan sulit dikupas sehingga banyak buah terbuang saat panen. Atasi kondisi tersebut ia kerap menaburkan zat kapur atau dolomit di sekitar tanaman. Kultivar pisang rentan diantaranya kepok, raja, ambon dan janten.
Hama kutu buah sebut Sumardiono kerap disebut burik atau kudis. Seperti pada kulit manusia, hama menyerang kulit buah. Tampilan buah yang dihasilkan sebutnya akan menurunkan kualitas buah untuk dijual. Sebagai solusi sebagian buah yang masih bisa dimanfaatkan dipanen. Buah pisang tersebut masih bisa digunakan untuk pakan burung dan ternak unggas.
“Langkah menyelamatkan tanaman pisang yang lain dilakukan dengan perawatan mengurangi kerapatan rumpun,” cetusnya.
Penyakit yang jadi momok petani pisang salah satunya layu fusarium. Sumarji, pengepul buah pisang di desa yang sama mengaku penyakit busuk batang cokelat oleh cendawan Fusarium cubense. Saat tanaman membentuk buah tanaman akan layu dan membusuk saat kering. Pada bagian daun tanaman akan layu, kering seperti terbakar termasuk pada bagian buah.
Sumarji bilang saat penghujan hama tersebut muncul oleh kebersihan kebun yang tidak terjaga. Antisipasi produksi buah menurun ia melakukan pembersihan lahan dengan mengatur jarak tanam. Pengaturan jarak tanam bertujuan agar kebersihan lahan bisa dilakukan. Ia juga melakukan proses penebaran bubuk dolomit atau zat kapur mencegah cendawan.
“Buah pisang yang terkena layu fusarium tidak bisa dikonsumsi sehingga akan merugikan petani,” terangnya.
Setiap pekan ia mengaku bisa mengirim sekitar 1000 tandan pisang. Pisang tersebut sebagian dikirim ke pabrik untuk pembuatan tepung. Kualitas pisang yang bagus dipergunakan untuk bahan buah segar saat matang. Sebagian digunakan untuk pembuatan keripik dan kuliner lain. Pertandan pisang sebutnya dibeli seharga Rp10.000 hingga Rp30.000 sesuai kultivar pisang.
Suwarto, pemilik lapak di Kelurahan Sumberrejo, Kemiling, Bandar Lampung mengaku melakukan sortasi. Sistem sortasi sebutnya dilakukan agar ia tidak mendapat pisang yang diserang hama. Kultivar pisang untuk bahan kuliner yang diminati jenis kepok, raja dan tanduk. Selain itu ia juga menerima jenis ambon, janten dan muli. Pemilihan pisang berkualitas dilakukan dengan melihat ciri fisik.
Pemisahan buah yang terkena kutu putih dengan proses penyisiran. Setelah dipisahkan dari tandan buah akan disikat. Buah pisang pada lapak miliknya dijual persisir seharga mulai Rp6.000 hingga Rp20.000. Selain bisa dikonsumsi dalam kondisi segar untuk kuliner sebagian buah dipakai untuk pakan burung. Ia memilih menerima pasokan buah pisang dengan kualitas yang baik agar disukai konsumen.