Masyarakat Banyumas Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Banyumas sampai dengan tahap kedua ini, berjalan lancar dan tidak ada keluhan berarti. Masyarakat Banyumas cukup antusias untuk mengikuti vaksin.

Kepala Puskesmas Purwokerto Barat, dr Nur Ariawanti mengatakan, sampai dengan hari ini pihaknya sudah melakukan lebih dari 400 kali vaksin. Termasuk kalangan lanjut usia (lansia) dan tidak ada kendala.
“Sampai dengan vaksin tahap kedua ini, semua masih berjalan normal dan lancar, tidak ada penolakan vaksin. Semua yang dijadwalkan untuk melakukan vaksin datang dan usai vaksin juga tidak ada keluhan yang sakit parah dan sejenisnya,” katanya, Jumat (12/3/2021).
Nur Ariawanti menjelaskan, untuk vaksin kalangan lansia juga berjalan lancar, meskipun ada beberapa yang tidak bisa diberikan vaksin karena alasan kesehatan. Seperti ada penyakit bawaan jantung, diabetes ataupun tensi tinggi. Untuk kormomid dengan penyakit berat, pelaksanaan vaksin harus ada izin dan sepengetahuan dokter yang merawatnya. Sehingga bagi kormobid yang belum ada izin dokter, terpaksa harus ditunda pemberian vaksinnya.
“Beberapa lansia kormobid yang kemarin datang dan terpaksa belum bisa kita vaksin, mereka menanyakan kapan bisa vaksin atau kapan penjadwalan ulangnya. Artinya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin sudah terbangun dan tidak ada yang menolak,” tuturnya.
Terkait aturan vaksin, menurut dr Nur Ariawanti, yang terutama untuk tensi maksimal 180/110. Jika tensi di atas 180 maka disarankan untuk menunda pelaksanaan vaksin.
Sementara itu, hari ini Puskesmas Purwokerto Barat melakukan vaksin terhadap 47 orang, terdiri dari 45 orang wartawan dan 5 orang vaksin susulan dari kalangan tenaga medis. Semuanya menjalani vaksin tahap kedua.
Meskipun sudah pernah menjalani vaksin, namun salah satu wartawan, Anang Firmansyah masih tetap diliputi rasa takut. Ia sampai menutupi kepalanya dengan jaket saat divaksin dan berteriak nyaring.
“Katanya vaksin kedua lebih sakit, karena dosisnya lebih tinggi dan sebagainya, jadi malah justru lebih takut dan memang tadi lebih sakit,” katanya.
Anang mengaku sudah sejak lama takut akan jarum suntik. Namun, kesadaran akan pentingnya vaksin, membuatnya mengesampingkan rasa takut dan tetap bertekad untuk menjalani vaksin sampai tuntas dua kali.
“Vaksin yang pertama bulan lalu juga takut, tetapi saya paksakan tetap harus vaksin. Untuk yang kedua ini juga masih tetap takut, tetapi Alhamdulillah semua sudah selesai,” tuturnya.