Akibat Banjir, Kerugian Sektor Perikanan di HST Capai Rp1 Miliar Lebih

BANJARMASIN — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Sunar Wiwarni menyebutkan akibat banjir, sektor perikanan mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar lebih dan terbesar di Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).

“Total kerugian yang dilaporkan para Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan di bidang perikanan adalah sebesar Rp1.094.757.000,” kata Sunar saat ditemui di Berabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa.

Menurutnya, dari 11 kecamatan di Kabupaten HST, terdata sebanyak 27 kelompok pembudidaya ikan di 10 kecamatan turut terdampak.

Kerugian itu diterangkannya dari bibit ikan yang lepas, ikan yang siap panen, keramba dan kolam yang rusak serta alat-alat penangkap ikan yang larut akibat banjir.

Selain itu, Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) yaitu kumpulan pengolah dan/atau pemasar hasil perikanan yang melakukan kegiatan usaha bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan ditambahkannya juga mengalami kerugian mencapai Rp35.990.000.

“Poklahsar mengalami kerugian karena alat produksi pengolah hasil perikanan ada yang rusak dan hilang,” kata Sunar Wiwarni.

Ia terus mengatakan, pihaknya pun saat ini terus berupaya membantu para kelompok nelayan dalam pemulihan pascabanjir ini.

“Para kelompok tersebut sudah kami urus untuk nantinya dapat mengklaim ke asuransi APEC,” katanya.

Selain itu, data kerugian ini juga sudah disampaikan dan dilaporkan ke pihak Provinsi Kalsel dan pusat serta ke pihak BPBD.

Dia juga mengatakan, saat terjadi banjir Bulan Januari banyak nelayan yang sudah mau panen dan ada juga yang baru saja menebar bibit ikan.

“Namun karena bencana banjir, semuanya gagal panen, ikannya lepas, kolamnya rusak dan alat tangkap juga hilang terseret banjir,” tuturnya. [Ant]

Lihat juga...