Soto Bayam dengan Cita Rasa Bumbu Sambal Kacang yang Menggugah Selera

Editor: Mahadeva

SEMARANG – Pernah mencoba soto daging atau sayur bayam? Pasti sudah pernah. Lalu bagaimana jika soto bayam. Apakah juga sudah pernah mencobanya?

Soto bayam, mungkin terdengar tidak familiar di telinga kita. Namun, menu kuliner tersebut adalah makanan khas dari Kabupaten Rembang, Jawa awa Tengah (Jateng).

Bagi masyarakat Kota Semarang, atau yang sedag berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Jateng tersebut, rasa penasaran dengan kelezatan soto bayam sudah dapat terobati tanpa perlu jauh-jauh ke Rembang. Ada sejumlah warung makan khas Rembang, yang bisa menjadi tujuan untuk mencicipi makanan tersebut di Semarang.

Salah satunya, warung Bu Ninik, yang terletak di Jalan Imam Bonjol 182 Kota Semarang. Meski hanya warung kecil dan terletak di pojok jalan, namun warung tersebut memiliki menu khas Rembang, termasuk soto bayam.

Soto bayam memiliki isian bayam, tauge, irisan daging sapi, serta tomat yang disiram kuah sop sapi. Tidak lupa sambal kacang, ditambahkan didalamnya sebagai ciri khas. Foto Arixc Ardana

“Soto bayam ini khas Rembang. Bumbu yang digunakan juga beda dengan soto atau sayur bayam pada umumnya. Ciri lainnya, soto bayam ini memakai sambal kacang, yang sering dipakai buat pecel,” papar Bu Ninik, pemilik sekaligus juru masak di warung tersebut, saat ditemui Cendan News, Sabtu (27/2/2021).

Soto bayam, memiliki isian bayam, tauge, irisan daging sapi, serta bawang goreng. Menu tersebut disiram kuah sop sapi. Tidak lupa sambal kacang ditambahkan untuk semakin memanjakan lidah. “Cita rasanya gurih manis dari kuah yang menggunakan kaldu sapi. Sementara, untuk bumbunya seperti merica, pala, bawang putih dan kemiri. Sementara, untuk sambal pecel, bumbunya sama seperti pada umumnya, seperti cabai, bawang putih, terasi dan daun jeruk serta kencur,” jelasnya.

Soto bayam, terasa menyegarkan saat disantap. Hal itu menjadi daya tarik utama dari menu tersebut. Ninik bercerita, ada salah satu pembeli yang selama seminggu makan di warung tersebut, dan hanya memesan soto bayam. “Ada orang luar Jawa, yang sedang menggarap proyek disini. Selama seminggu di Semarang dia makan disini, dia hanya pesan soto bayam. saya tawarkan makanan yang lain tidak mau, katanya sudah cocok,” tandasnya.

Ninik mengakui, belum banyak masyarakat di Kota Semarang yang tahu tentang soto bayam. “Jadi kadang mereka juga kaget, soto kok dari bayam, sementara di Semarang, sudah dikenal dengan soto ayam,” tambahnya.

Salah seorang pembeli, Ripai, mengetahui keberadaan soto bayam dari media sosial yang diikutinya. “Saya penasaran saja, soto bayam. Terdengar aneh bagi saya, karena soto biasanya daging atau ayam. Kalau bayam, ya sayur bayam atau sop bayam. Belum pernah makan soto bayam, jadi ingin mencoba,” terangnya.

Setelah mencoba, Ripai mengaku cita rasa soto bayam, cocok dengan lidah orang Semarang. Meski makanan tersebut menjadi ciri khas makanan Kabupaten Rembang. “Rasanya khas, ada pedas, manis juga gurih. Mungkin karena menggunakan sambal pecel dan kuah sop sapi. Kalau kurang pedas, juga bisa ditambahkan kecap pedas atau sambal kecap. Selain itu juga segar, cuaca panas di Kota Semarang, langsung terasa segar sehabis makan soto bayam,” paparnya sembari tertawa.

Soal harga, Soto bayam relatif terjangkau. Satu porsi soto bayam hanya dibanderol Rp12 ribu. Perut kenyang, hati senang dan tidak bikin dompet kosong.

Lihat juga...