Bakso Kabut Diminati Karena Bentuknya yang Unik.
Editor: Mahadeva
JEMBER – Di Kabupaten Jember, Jawa timur, keberadaan bakso kabut sudah sangat dikenali dan disukai. Bentuknya yang unik, karena dibaluti dengan telur, membuat banyak peminatnya.
Usaha bakso kabut milik Juhairiyah, saat ini selalu ramai didatangi pengunjung. Pengunjung akan semakin banyak saat akhir pekan. “Sejak saya membuat kreasi dari olahan bakso, dari situ usaha saya baru dikenal oleh banyak orang. Usaha bakso saya dulunya dikenal dengan nama bakso diselimuti kabut, namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyak orang meniru, saya ganti nama dengan bakso kabut,” ujar Juhairiyah kepada Cendana News, Sabtu(27/2/21).
Usaha dagang bakso yang ada di wilayah Desa Baratan, Kecamatan Arjasa, Jember tersebut sudah dirintis sejak 1996. Pada awalnya lokasi dagang berpindah-pindah dan tidak menentu. Dan memasuki 2006 sampai 2007, usaha Juhairiyah dirasakan tidak ada perkembangan. “Malah pemasukan semakin sedikit,” tandasnya.

Dari kondisi tersebut Juhariyah terdorong untuk mengkreasikan bakso dagangannya. Ide yang muncul, membalik kreasi bakso isi telur. Telur yang biasa ada di dalam bakso, dikreasikan dengan cara dibalik, menjadi bakso di dalan telur. “Artinya, kalaa bakso biasanya telurnya ada di dalam, saya membuat bakso dengan telur diluar pentolnya,” tambahnya.
Dengan kreasi tersebut, olahan bakso tersebut semakin memiliki banyak peminat. Dan dampaknya penghasilan bertambah. “Di 2007 saya buat bakso diselimuti telur, sampai 2009 produksi bakso saya laris. Sebelumnya, sehari memproduksi lima kilogram masih banyak yang belum terjual, namun setelah itu sehari bisa habis lima kilogram daging. Kemudian produksi bakso semakin naik di 2011, karena semakin banyak orang yang mengetahui,” jelasnya.
Cara mengolahnya tidak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya. Namun, nama bakso kabut, membuat orang tertarik untuk menikmatinya. “Dari segi rasa bagi saya tidak berbeda jauh dengan bakso yang ada. Hanya saja, orang penasaran, apa sebenarnya bakso kabut, yaitu bentuk telur yang menyelimuti berwarna putih seperti warna kabut, saat itu saya namai bakso kabut,” imbuhnya.
Untuk bahan bakso, daging sapi, bawang, telur, merica, garam, dan beberapa bumbu dapur lainnya. “Karena pengunjung banyak yang berdatangan karena banyak yang suka. Saat ini saya bisa memproduksi olahan daging untuk bakso sehari 50 kilogram, dan untuk telur yang di perlukan sebanyak satu kuintal setiap harinya,” tandasnya.
Kini usaha yang dibuka dari jam 8 pagi dan ditutup jam 10 malam tersebut, semakin berkembang. Usaha tersebut telah memiliki 20 orang karyawan.
Yasit, pengunjung yang mengaku sering dating, mengaku sudah tidak asing dengan menu kuliner tersebut. Bakso kabut memang sudah terkenal dimana-mana, terutama di Jember sendiri. Ia mengaku mengetahui bakso kabut dari teman dan media sosial.
“Menurut saya dari rasanya bakso kabut pas dan memang enak, sehingga menurut saya pribadi cocok sekali. Olahannya sendiri tidak ada yang lebih dan yang kurang. Kadang ada yang rasanya keasinan atau bahkan ada yang rasanya tidak terasa sama sekali, uniknya juga pentol baksonya di selimuti telur,” pungkasnya.