Peternak di Bantul Manfaatkan Limbah Kulit Nanas Sebagai Pakan Alternatif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Sido Maju, dusun Kweni RT 03, Panggungharjo, Sewon, Bantul memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai pakan alternatif hewan ternak domba maupun kambing mereka.

Memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, limbah kulit nanas dinilai mampu menggantikan kebutuhan pakan hijauan ternak seperti rumput, ramban maupun odot atau kolonjono.

Salah seorang peternak, Muhammad Ridwan, mengaku sudah mulai memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai alternatif pakan hewan ternak domba maupun kambingnya sejak 3 tahun terakhir.

Setiap hari ia biasa mengambil limbah kulit nanas di sejumlah pedagang nanas madu yang tersebar di sejumlah lokasi kota Yogyakarta.

“Yang diberikan sebagai pakan hanya kulit daging nanas saja. Sementara daunnya tidak, karena teksturnya keras serta berduri,” katanya Senin (25/01/2021).

Muhammad menyebut, selama beberapa tahun memanfaatkan limbah kulit nanas, ia tidak menemukan kendala atau efek samping apapun pada ternaknya. Ternaknya dikatakan tetap bisa tumbuh dan berkembangbiak sebagaimana mestinya.

“Mitosnya kan kalau diberi makan kulit nanas, hewan ternak jadi susah bunting dan punya anak. Buktinya ternak domba saya tetap bisa menghasilkan anakan secata rutin setiap tahunnya,” katanya.

Meski begitu, Muhammad sendiri mengaku tetap memberikan selingan pakan berupa rumput hijauan segar setiap hari. Meskipun jumlahnya sudah jauh berkurang sejak memanfaatkan limbah kulit nanas.

“Pemberian pakan alternatif limbah kulit nanas ini bisa dilakukan dengan cara dicampur dengan dedak/katul, kulit kacang hijau serta kangkung kering. Tapi kalau pun diberikan langsung tanpa campuran apapun, hewan ternak juga tetap mau dan lahap memakannya,” jelasnya.

Salah satu manfaat penggunaan pakan alternatif limbah kulit nanas ini antata lain, peternak bisa menghemat waktu untuk mencari rumput segar. Pasalnya peternak tidak perlu berlama-lama mengarit atau mengumbar terbak yang membutuhkan waktu hingga berjam-jam.

“Semua jenis hewan ternak yang saya pelihara tidak masalah menggunakan pakan limbah kulit nanas ini. Baik itu domba gembel biasa, domba garut, merino, ataupun kambing kacangan jawa. Semuanya lahap. Meskipun memang harus dibiasakan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Lihat juga...