Hujan Perparah Kerusakan Akses Jalan ke Pantai Putra Mutun
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Musim penghujan berdampak pada kerusakan akses jalan wisata di pesisir Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dini dan Rahmi, pengunjung pantai Putra Mutun mengaku harus melintas di sejumlah titik jalan rusak sebelum tiba di objek wisata itu. Akses jalan rusak berada mulai dari tugu Pesawaran hingga akses masuk pantai Putra Mutun.
Menurut Dini, kerusakan akses jalan berimbas sejumlah wisatawan pengguna mobil dan motor ekstra waspada. Jalan berlubang dan bergelombang, mendominasi akses jalan dari perbatasan kota Bandar Lampung hingga Pesawaran. Waktu tempuh yang bisa ditempuh hanya sekitar lima belas menit menjadi lebih lama setengah jam ditambah macet.
Dini bilang, kerusakan jalan tersebut berimbas debu saat cuaca panas dan kubangan air kala penghujan. Drainase yang buruk pada ruas Jalan Way Ratai berimbas air meluap ke jalan, saat penghujan memperparah kerusakan jalan dengan konstruksi aspal. Meski demikian, pada akses menuju ke pantai Putra Mutun, sebagian telah dibuat dengan sistem rigid beton.

“Harapan bagi kami para wisatawan yang akan berkunjung ke pantai, aksebilitas sebagai salah satu penyokong sektor pariwisata bisa diperbaiki, terlebih saat masa pandemi sejumlah objek wisata sedang ditutup, bisa jadi kesempatan untuk perbaikan,” terang Dini, saat ditemui Cendana News, Minggu (31/1/2021).
Selain kerusakan akses jalan, Dini dan Rahmi yang berkunjung ke pantai Putra Mutun menyayangkan sampah dibuang sembarangan. Di sejumlah titik jalan menuju ke objek pantai Putra Mutun, sampah plastik berimbas pemandangan kurang sedap. Kunjungan ke objek wisata pantai Putra Mutun saat akhir pekan masih diperkenankan bagi warga lokal. Meski demikian, protokol kesehatan tetap diterapkan.
Kerusakan akses jalan menuju ke pantai Putra Mutun sekaligus ikut menurunkan jumlah kunjungan. Baharudin, salah satu penyedia jasa ojek wisata penyeberangan menuju ke pulau Tembikil, pulau Tegal, mengaku order sepi. Faktor yang mempengaruhi , sebutnya, imbas kerusakan jalan dan sejumlah objek wisata yang belum sepenuhnya dibuka.
“Meski sebagian objek wisata telah dibuka dengan pembatasan, namun imbas jalan rusak, warga enggan berwisata,” terang Baharudin.
Musim penghujan juga berdampak pada volume sampah di pantai Putra Mutun dan sekitarnya. Sampah yang terbawa banjir sungai dan masuk ke perairan terdampar di pantai. Sampah yang terdampar di pantai mengurangi estetika pantai. Upaya mengurangi sampah dibuang sembarangan, telah dilakukan dengan penyiapan tempat sampah.
Kerusakan akses jalan berimbas kunjungan ke destinasi wisata berkurang, juga mempengaruhi omzet pelaku usaha. Surahmi, pedagang pisang dan pemilik warung di akses jalan ke pantai Putra Mutun, menyebut pengunjung berkurang. Selain imbas pandemi Covid-19, ia bilang sebagian wisatawan memilih ke lokasi lain dengan akses yang lebih baik.
“Banyak pengunjung memilih ke destinasi pantai Klara, Sari Ringgung dan pantai lain karena lebih bagus akses jalannya,” terang Surahmi.
Surahmi menambahkan, perbaikan akses jalan tanah menjadi jalan rigid beton sebagian telah dilakukan. Ia berharap, instansi terkait bisa melakukan perbaikan akses jalan.
Selain digunakan sebagai akses bagi kegiatan pariwisata, jalan sangat diperlukan untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah aktivitas ekonomi tersebut meliputi distribusi hasil pertanian, hasil perikanan dan sektor jasa transportasi.