Sejak Lama Warga Kauman Kota Malang Budi Daya Ikan Sistem Keramba

Editor: Koko Triarko

MALANG – Berada di pemukiman padat penduduk di tengah kota Malang, ternyata tidak menyurutkan semangat warga kelurahan Kauman, kecamatan Klojen, untuk melakukan budi daya ikan air tawar. Memanfaatkan aliran air kali Sukun yang berada tidak jauh dari pemukiman, warga setempat pun berhasil membudidayakan ikan air tawar dengan menerapkan sistem keramba.

“Sudah bertahun-tahun warga setempat melakukan budi daya ikan air tawar dengan sistem keramba. Karenanya, sampai sekarang di sini lebih dikenal dengan sebutan kampung Keramba,” jelas ketua kelompok kampung keramba, Nur Wahid, saat ditemui di rumahnya, Senin (7/12/2020).

Nur Wahid memberi pakan ikan air tawar yang ada di dalam Keramba, Senin (7/12/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, ikan yang kerap dibudidayakan, di antaranya ikan Tombro, ikan Nila, ikan Gurami, ikan Koi, ikan Komet dan ikan Koki. Ia menjelaskan, di awal berdirinya kampung keramba pada 2004, hanya ada beberapa keramba saja. Bahkan pada saat itu karena masih kurangnya pengalaman, banyak keramba yang hanyut terkena banjir, termasuk keramba miliknya.

“Kejadian seperti itu sempat terjadi berkali-kali, yang pada akhirnya membuat para pemilik keramba banyak yang memutuskan untuk berhenti,” ujarnya.

Namun bagi Nur Wahid, sebagai penerus generasi ke-3, ia bersama beberapa temannya berusaha untuk bangkit dengan mencari berbagai informasi untuk mengurangi risiko banjir.

“Banjir ini memang sudah menjadi risiko tapi harus selalu diwaspadai. Terutama bagi keramba yang kondisinya sudah agak rapuh harus segera dibenahi. Kalau ada sedikit kerusakan harus secepatnya diperbaiki, jangan ditunda. Jangan sampai tergulung banjir,” tuturnya.

Meskipun diakui Nur Wahid kondisi air di aliran kali Kasin sudah tidak terlalu layak untuk budi daya ikan, namun menurutnya kualitas ikan air tawar yang dihasilkan kampung Keramba Kauman tersebut sangat baik dan lebih unggul daripada ikan dari wilayah lainnya. Bahkan, bisa dikatakan semua ikannya tahan banting.

“Ikan yang bisa hidup di sini bisa dikatakan ikan tahan banting, karena pasti bisa hidup meski ditaruh di lokasi mana pun. Kalau beli ikan di sini bisa langsung dikirim, tidak perlu karantina dulu yang biasanya memakan waktu 10 hari,” akunya.

Berkat kualitas ikannya tersebut, banyak kolam pancing, resto, tempat makan dan masyarakat umum yang telah menjadi konsumen tetap dari kampung Keramba Kauman. Tidak hanya dari wilayah Malang maupun Jawa Timur, kampung Keramba Kauman juga kerap mendapatkan pesanan ikan dari Kalimantan dan Bali.

“Terkait pemasaran, alhamdulillah selama ini tidak pernah ada kendala, termasuk pada saat kondisi pandemi seperti sekarang,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, karena makin banyaknya permintaan ikan, akhirnya jumlah keramba makin banyak. Dari yang awalnya hanya beberapa saja, sekarang sudah ratusan keramba yang ada di sepanjang aliran kali Sukun.

“Ratusan keramba yang ada di sini bukan hanya milik warga setempat, tapi ada juga milik warga Kepanjen, Bululawang, Mergosono yang mereka titipkan di sini,” terangnya.

Nur Wahid menyebutkan, spesifikasi bahan keramba yang digunakan adalah bambu dan besi.

“Ukuran kerambanya ada yang 1,5 x 3 meter 1,5 x 4 meter dengan kedalaman 60-80 cm. Satu keramba bisa menampung hingga 200 ekor ikan berukuran besar. Sedangkan biaya pembuatan satu keramba sekitar 6-7 juta rupiah, ” ungkapnya.

Sementara itu Anggasena, putra Nur Wahid, yang juga pemilik keramba ikan air tawar menjelaskan, bahwa semua ikan yang dibudidayakan melalui sistem keramba di tempat tersebut pada awalnya merupakan ikan berukuran kecil, yang kemudian secara bertahap dilakukan penyortiran berdasarkan ukuran ikan.

Ikan yang ukurannya sudah lebih besar dipisahkan dengan yang kecil dan dipindahkan ke keramba lainnya.

“Jadi, bukan ikan yang ukurannya langsung besar. Tapi ikan kecil yang memang kita rawat sampai besar hingga siap dipanen. Satu ekor ikan beratnya antara 3-4 kg, bahkan ada yang sampai 9 kg,” sebutnya.

Perawatannya dengan membersihkan sampah, terutama sampah plastik supaya arus aliran air ke keramba tetap lancar. Pemberian pakan setiap 2 kali sehari pagi dan sore.

Lihat juga...