Mentho, Gurih Asin Camilan Tradisional dari Ketela Pohon
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Ketela pohon atau singkong, dapat diubah menjadi berbagai olahan kuliner. Meski menggunakan bahan baku sederhana, makanan dari singkong, tetap memiliki cita rasa tersendiri, yang tidak bisa digantikan bahan lain.
Salah satunya mentho, yang memiliki rasa gurih dengan perpaduan rasa singkong, kacang tolo dan kelapa. Terkadang untuk menambah sensasi, juga ditambahkan irisan cabai untuk menghasilkan rasa pedas.
“Mentho ini dulu dibuat biar orang tidak bosan makan ketela. Zaman dulu, beras mahal, jadi orang banyak yang makan ketela, yang diolah jadi bermacam-macam. Seperti jongkong, gaplek, gatot, sampe mentho. Biar pun bentuknya kecil, namun kalau dimakan bikin cepat kenyang karena bahannya banyak mengandung karbohidrat,” papar Juhari, warga Tembalang Kota Semarang, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (5/12/2020).
Dijelaskan, untuk membuat mentho, bahan yang dibutuhkan berupa singkong atau ketela pohon, kacang tolo, serta kelapa muda.
“Kebetulan untuk ketela pohon dan kacang tolo, hasil menanam sendiri di kebun belakang rumah. Jadi biasanya, singkong hasil panen tidak dijual semua, namun juga diolah sendiri menjadi beragam makanan,” lanjutnya.
Cara membuatnya pun mudah, ketela pohon yang sudah dikupas kulitnya dan dibersihkan, kemudian diparut. Demikian juga dengan kelapa muda, juga diparut. Setelah itu, kedua bahan dicampur menjadi satu dan diberi tambahan berupa kacang tolo.
“Agar lebih enak, jangan lupa diberi bumbu ulek. Terdiri dari garam, gula pasir, daun jeruk, ketumbar, kencur. Setelah dihaluskan, bumbu dimasukkan ke dalam adonan,” terangnya.
Siapkan wajan berisi minyak goreng, untuk menggoreng adonan mentho. Agar tidak belepotan, bisa menggunakan sendok makan, saat mengambil adonan dan dimasukkan ke dalam penggorengan.
“Tunggu sampai warna berubah menjadi kecoklatan. Itu mentho sudah matang,” tambahnya.
Sementara, salah satu anak Juhari, Johan mengaku keluarganya kerap mengolah ketela pohon menjadi aneka makanan atau camilan tradisional. Termasuk diantaranya mentho.

“Mentho ini menjadi salah satu makanan tradisional khas Semarang, yang saat ini jarang ditemukan. Kalau pun ada, umumnya dijual di pasar-pasar tradisional,” terangnya.
Rasa mentho cenderung gurih asin. Cocok untuk sebagai camilan sembari nonton televisi, atau minum teh. “Biasanya kalau bikin dalam jumlah cukup banyak, lalu dibagikan ke tetangga kanan kiri. Biar sama-sama bisa merasakan mentho, mungkin sembari mengenang masa kecil. Sebab dulu sering makan ini,” pungkasnya.