Mesin Transplanter Percepat Proses Tanam Padi Petani di Purbalingga
Editor: Makmun Hidayat
PURBALINGGA — Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga terus mendorong para petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian guna memaksilkan proses dan hasil pertanian. Saat ini beberapa petani sudah mulai menggunakan mesin tanam atau transplanter yang bisa mempercepat kegiatan tanam mereka.
Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, banyak sekali manfaat dari penggunaan mesin transplanter tersebut. Antara lain mempercepat kegiatan tanam padi dan jarak antartanaman juga bisa diatur, disesuaikan dengan kebutuhan.

Menurut Mukodam, saat musim tanam tiba, seringkali para petani yang mempunyai lahan cukup luas, kesulitan untuk mendapatkan tenaga guna menanam padi. Terlebih saat musim tanam serentak, di mana hampir semua petani melakukan tanam. Mesin transplanter ini menjawab kebutuhan petani tersebut.
“Mesin transplanter sangat bermanfaat bagi petani saat tiba masa panen, kerja tanam mesin ini lebih cepat, sehingga lebih hemat waktu dan jarak antartanaman juga terjaga,” jelasnya, Senin (23/11/2020).
Selain hemat waktu, mesin ini juga membuat petani bisa menghemat biaya tanam, karena tidak perlu membayar biaya tenaga buruh tani. Jarak tanam yang dihasilkan mesin 20 x 25 centimeter, membuat lahan pertanian lebih efektif. Mengingat jika menggunakan tenaga manusia, biasanya jarak tanam 30 x 30 centimeter.
“Dengan jarak antartanaman yang teratur, pertumbuhan tanaman padi juga lebih optimal,” kata Mukodam.
Mukodam merasa perlu untuk mendorong para petani di Purbalingga mulai merambah pertanian modern, untuk menarik minat generasi muda supaya mau terjun ke bidang pertanian.
Petani yang sudah menggunakan mesin transplanter salah satunya adalah Kelompok Tani Sarwo Dadi di Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol. Kelompok tani ini mendapatkan bantuan mesin transplanter dari Kementrian Pertanian RI dan mulai dipergunakan secara bergiliran pada musim tanam kali ini.
Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Karangmoncol, Khamim mengatakan, pihaknya sudah mulai melatih para petani untuk menggunakan mesin transplanter. Para petani sangat antusias mempelajari cara kerja mesin tersebut.
Operasional mesin transplanter cukup mudah, petani hanya perlu melakukan pembibitan padi di baki mesin transplanter yang sudah disediakan, Kemudian bibit tersebut diletakkan di atas mesin. Saat mesin dijalankan di area lahan yang sudah disiapkan, secara otomatis tanaman padi akan tertanam dengan jarak yang teratur.
“Alsintan sekarang menjadi kebutuhan petani, supaya mereka bisa menghemat biaya tanam, menghemat waktu, serta mendapatkan hasil yang maksimal, jadi para petani memang harus mau belajar,” ucapnya.