Bengkel Misi di Sikka Ciptakan Ragam Mesin Sesuai Pesanan
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Bengkel Misi Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan peralatan seadanya mampu melahirkan berbagai inovasi dan menciptakan aneka mesin sesuai pesanan dengan harga terjangkau.
Mesin dan aneka peralatan produksi Bengkel Misi PT. Langit Laut Biru ini diperuntukan bagi para petani dan untuk memenuhi kebutuhan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam memproduksi produk mereka.
“Konsepnya kami menciptakan mesin dan peralatan sesuai dengan pesanan sebab belum bisa memproduksi dalam jumlah yang banyak kecuali ada pesanan,” kata GM. PT. Langit Laut Biru, Bengkel Misi Keuskupan Maumere, A.Dian Setiati, saat ditemui Cendana News di kantornya, Selasa (27/10/2020).
Dian sapaan karibnya mengatakan, sudah banyak mesin dan peralatan yang diproduksi baik alat pemanjat kelapa, alat pengupas kelapa, alat perontok biji cengkeh serta mesin penyosoh sorgum.
Dirinya mengaku, selama pandemi corona pihaknya pun ikut memproduksi bilik disinfektan serta alat cuci tangan di mana air dan sabunnya mengalir apabila pedalnya diinjak.
“Setiap pembeli yang ingin memesan alat atau mesin bisa datang ke kantor kami dengan membawa contoh alat atau mesin yang ingin dikerjakan. Setelah dikerjakan maka pembeli bisa mencobanya sendiri dan bila masih kurang maka akan diperbaiki sesuai keinginan pembeli,” ungkapnya.

Dian menambahkan, pihaknya juga menciptakan contoh mesin lalu ditawarkan kepada pembeli dan bila banyak yang tertarik maka pihaknya akan memproduksi dalam jumlah yang banyak sesuai dengan pesanan.
Ia mengaku pihaknya terkendala modal usaha sehingga tidak bisa memproduksi peralatan atau mesin dalam jumlah yang banyak lalu dijual tetapi lebih memilih membuat sesuai pesanan pembeli.
“Saat ini sudah banyak petani dan pelaku usaha yang membeli mesin dan peralatan yang kami produksi. Kami selalu menjual produk yang kami hasilkan dengan harga yang terjangkau sesuai dengan daya beli masyarakat di NTT,” ungkapnya.
Dian menyebutkan, bengkel misi juga mempunyai bengkel kayu yang mengerjakan berbagai kursi, meja, lemari serta tempat tidur pesanan pelanggan tetap serta ada juga yang dijual untuk umum.
Sementara itu, Yosep Suhardi salah seorang warga Maumere mengaku Bengkel Misi sejak dahulu sebelum banyak berkembang bengkel kayu dan mesin sudah melayani pesanan berbagai produk dari masyarakat.
Menurt Yosep, hasil pengerjaannya pun bagus serta tepat waktu dan harganya pun terjangkau sehingga banyak onderdil mobil dan kapal yang tidak tersedia di bengkel spare part sering dikerjakan di Bengkel Misi.
“Banyak yang suka memesan as mesin mobil dan kapal karena di Bengkel Misi ada mesin untuk mengerjakannya. Saat ini Bengkel Misi sudah lebih bagus dan inovatif karena mulai memproduksi alat dan mesin yang bisa mempemudah kerja petani dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Ciptakan Mesin Sosoh Sorgum
Sorgum sebagai pangan lokal kini mulai banyak dikembangkan di berbagai wilayah di NTT karena pangan lokal ini lebih tahan terhadap perubahan iklim dan bisa ditanam di daerah gersang dengan curah hujan rendah.
Semakin banyak petani menanam sorgum, tentu dibutuhkan mesin perontok dan mesin penyosoh sorgum karena untuk menyosoh sorgum harus menggunakan mesin khusus sementara untuk merontokkannya bisa menggunakan mesin perontok padi.
“Ini sebuah peluang sehingga kami berkreasi menciptakan mesin penyosoh sorgum yang lebih murah dan bisa terjangkau oleh petani,” kata A.Dian Setiati.

Dian mengatakan, pihaknya pernah membuat mesin penyosoh sorgum yang dipesan petani di Kabupaten Manggarai Timur namun tidak bisa dipergunakan untuk menyosoh berbagai jenis sorgum karena bentuk dan ukuran sorgum berbeda.
Ia mengatakan, setelah mendapat masukan dari petani maka pihaknya berkreasi dengan melakukan berbagai percobaan menggunakan beberapa jenis sorgum hingga lahirlah mesin sosoh sorgum type 2 yang bisa dipergunakan menyosoh beberapa jenis sorgum.
“Setelah melalui beberapa kali percobaan dan modifikasi akhirnya kami bisa melahirkan sebuah mesin penyosoh sorgum type 2 yang bisa dipergunakan untuk menyosoh berbagai jenis sorgum yang sudah dikembangkan petani,” ungkapnya.
Dian menjelaskan, mesin sosoh sorgum type 2 memiliki dimensi 100x60x165 sentimeter dengan berat sekitar 180 kilogram yang memiliki kapasitas produksi mencapai 80 sampai 100 kilogram sorgum per jamnya.
Menurutnya, mesin sosoh sorgum ini terbuat dari material besi siku dan besi UNP 5 sentimeter dan tabung besi plat yang menggunakan mesin penggerak merek Honda GX 160 dengan daya 5 tenaga kuda (PK).
“Keunggulannya mampu menyosoh beberapa jenis sorgum sementara sebelumnya mesin sosoh sorgum type 1 hanya untuk menyosoh sorgum jenis kuwali, Numbu dan sorgum berwarna putih,” jelasnya.
Dian menambahkan, mesin sosoh sorgum type 2 ini setelah dikerjakan langsung diantar kepada petani di Kabupaten Manggarai Timur dan sudah langsung diuji coba dan dipergunakan kelompok tani sorgum di tempat tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Kabupaten Sikka, Kristianus Amstrong mengaku Kabupaten Sikka mendapat jatah pengembangan sorgum untuk musim tanam 2020/2021 seluas 350 hektare.
Kristianus mengkatakan, bila mesin penyosoh sorgum sudah tersedia dan diproduksi Bengkel Misi Maumere maka para petani lebih mudah untuk membeli dan mempergunakannya sebab kendala pengembangan sorgum yakni ketersediaan mesin penyosoh.
“Kalau mesin penyosoh sudah tersedia dan diproduksi maka semakin banyak petani yang mengembangkan sorgum. Saat ini sorgum selain untuk dikonsumsi sendiri, bisa dijual dan harganya pun tergolong tinggi,” ungkapnya.