Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pertamina Optimalkan Ketersediaan BBM
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Jelang libur panjang dan cuti bersama, Pertamina MOR IV memastikan sudah menyiapkan sejumlah armada, untuk membantu mencukupi ketersediaan BBM. Khususnya di SPBU yang berada di jalur tol dengan penambahan sarana seperti mobil kantong BBM (mobile storage) dan armada Pertamina Delivery Service (PDS).
“Ini juga sejalan dengan estimasi pihak Kepolisian, dimana kondisi lalu lintas dari Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, melalui tol Trans Jawa akan meningkat. Untuk itu, kita pastikan pemenuhan stok BBM di SPBU, termasuk yang berada jalur tol,” papar Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Kevin Kurnia Gumilang, saat ditemui di Semarang, Senin (26/10/2020).

Dipaparkan, mobile storage merupakan mobil tangki berisi BBM yang bersiaga di SPBU Pertamina. Tujuannya untuk mempercepat proses pengisian ke SPBU, sehingga stok BBM untuk konsumen terjaga.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan tambahan SPBU di titik-titik yang rawan terjadi lonjakan pemudik. Termasuk di jalan tol maupun trans Jawa, yang merupakan jalur hilir mudik masyarakat di sekitar Jateng hingga Yogyakarta.
“Kita telah melakukan beberapa langkah antisipasi, untuk memastikan fasilitas pelayanan beroperasi secara optimal dan ketersedian stok BBM di 901 SPBU yang ada wilayah kerja kita,” tambahnya.
Lebih ditambahkan, sejauh ini kondisi stok BBM di seluruh Fuel Terminal dalam keadaan aman. Sementara, untuk penyaluran harian BBM di Jateng untuk gasoline berupa pertamax series, pertalite dan premium mencapai 10.119 KL, sedangkan untuk gasoil berupa bio solar dan dex series sebanyak 5.462 KL. Sedangkan penyaluran harian LPG di Jateng, berada di angka 3.756 Metric Ton (MT) per hari.
“BBM dan LPG di Jateng, didukung oleh enam fuel terminal yang berada di wilayah Semarang, Cilacap, Boyolali, Maos, Tegal dan Lomanis,” tandasnya.
Sementara, Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, menambahkan, khusus untuk LPG, pihaknya juga akan terus memantau kebutuhan masyarakat.
“Selama libur dan cuti bersama selama lima hari ini, kita perkirakan aktivitas konsumen atau masyarakat juga akan meningkat. Nantinya, jika memang ada kenaikan permintaan LPG, maka Pertamina akan menyiapkan penambahan pasokan,” sambungnya.
Sejauh ini Pertamina di wilayah Jawa Bagian Tengah melayani penyaluran BBM melalui 788 SPBU Reguler, serta LPG melalui 502 Agen, 42.584 pangkalan LPG PSO dan 7.342 outlet LPG Non PSO. Dari jumlah tersebut, sebanyak 485 agen PSO, 106 agen Non-PSO, 8.432 pangkalan PSO, dan 613 outlet Non-PSO, akan tetap beroperasi melayani meskipun hari libur
Pihaknya juga kembali mengimbau, bagi masyarakat kategori mampu dari segi ekonomi, untuk tetap menggunakan LPG non subsidi bright gas.
“LPG 3 kilogram bersubsidi hanya bagi kalangan miskin atau tidak mampu,” tambahnya.
Di samping memastikan layanan produknya tetap optimal, Arya juga meyakinkan seluruh fasilitas Pertamina, terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Seluruh petugas kami bekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, pelindung wajah, sarung tangan hingga penyediaan wastafel cuci tangan dan hand sanitizer. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol Covid-19,” tandasnya.