Ribuan ASN KKP Peroleh Satyalancana Karya 

JAKARTA – Sebanyak 1.882 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI.

Penghargaan tersebut diberikan atas pengabdian mereka selama 10-30 tahun dalam melakukan pelayanan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan. Sedangkan tiga ASN KKP memperoleh penghargaan Satyalancana Pembangunan.

Mereka adalah Profesor Hadi Eko Irianto, Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Ia dianugerahi atas perannya dalam menginisiasi penerapan multisistem jaminan mutu pada institusi riset.

Kemudian Akmatul Ferlin, Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan, atas keberhasilannya menciptakan teknologi wahana keselamatan dan pemantauan berbasis Automatic Identification System (WakatobiAIS).

Ke tiga, Iwan Arisrtiawan Munandar, Teknisi Litkayasa Penyelia di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Jepara, atas keberhasilannya dalam menciptakan alat perikanan, pompa venturi sederhana.

Sementara bagi PNS yang berkarya, Menteri Edhy menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada 6 anak buahnya. Mereka adalah Damang Suryanto, perekayasa muda di BPBAP Jepara atas inovasi pakan ikan hias mandiri berkualitas.

Lalu Saripuddin, perekayasa muda di BPBAP Ujung Batee yang berhasil memanfaatkan tambak idle melalui sistem budi daya polikultur ikan nila salin dengan udang windu, dan memanfaatkan hydrilla sebagai bahan pakan.

Sedangkan Muhammad, pengawas perikanan muda di BPBAP Ujung Batee, yang menginisiasi lahirnya model pengembangan kawasan budi daya tambak udang berbasis kluster terintegrasi.

Nama lain yang juga diganjar Satyalancana Wira Karya ialah Murdinah, Dedi Novriendi dan Dina Fransiska. Ketiganya adalah peneliti madya di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan.

Karya-karya mereka, yakni inovasi pengolahan rumput laut menjadi produk saus, daging nabati dan mie sayur, lalu penemuan zat fukosantin dari rumput laut coklat untuk bahan obat antikanker paru, serta inivasi teknologi pembuatan fruit leather mangga dan karaginan yang dieksrak dari rumput laut merah.

Menteri Edhy juga turut mengapresiasi atas capaian Dirjen Perikanan Budi Daya, Slamet Soebjakto, yang baru saja dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Joko Widodo. Penghargaan tersebut tak lepas dari keberhasilannya dalam menginisiasi hibridisasi ikan laut jenis kerapu serta keberhasilan memproduksi kerapu cantang.

“Selamat atas gelar bintang jasa pratama, tidak mudah mendapat bintang ini. Mudah-mudahan ini suatu bukti, bahwa bapak mampu untuk membuktikan dedikasi bapak dan lebih allout lagi,” kata Menteri Edhy.

Sebelum penganugerahan penghargaan, mengenakan pakaian adat Palembang, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo beserta sejumlah jajaran juga mengikuti upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari kantor KKP di Jakarta Pusat, Senin (17/8). Meski menyaksikan upacara melalui layar, prosesi tetap berlangsung khidmat.

Lihat juga...