MUI Menolak Hubungan Diplomatik UEA dengan Isreal
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak negara-negara Islam apalagi negara-negara Islam, apalagi negara Uni Emirat Arab (UEA) yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
“MUI menolak tegas dan keras sikap Uni Emirat Arab (UEA) yang menjalin hubungan diplomasi dengan Isreal. Sikap UEA itu sangat merusak dan kontra produktif,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi kepada Cendana News saat dihubungi Sabtu (15/8/2020) pagi.
Alasan MUI menolak jalinan kerja sama antara UEA dengan Isreal, yakni pertama, jelas dia, karena Israel itu masih merupakan negara penjajah kolonialis yang sangat brutal, sejak tahun 1948 menjajah wilayah Palestina.
Kedua, Israel tidak menghormati hak-hak bangsa Palestina, dan bertindak seenaknya, membunuh dan mengusir bangsa Palestina, serta mengambil tanah warga Palestina.
Ketiga, Israel adalah negara yang tidak mematuhi resolusi Dewan Keamanan Persetikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
“Jadi, kita tidak boleh kerja sama dengan negara yang arogan, rasionalis dan kolonialis,” tukas KH. Muhyiddin Junaidi yang juga menjabat Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri.
Keempat, Isreal itu sudah melakukan begitu banyak kerusakan di dunia ini. Isreal tidak mau berhubungan baik dengan negara-negara tetangganya.
“Sayangnya, Isreal ini didukung oleh Amerika Serikat (AS), negara Barat terutama Inggris. Karena memang Inggrislah yang menghadiahkan kepada bangsa Yahudi sebuah negara itu namanya Palestina,” ungkap Muhyiddin.
Jadi tambah dia, contohnya Israel melanggar resolusi DK PBB, karena negara Yahudi ini telah memindahkan ibukotanya Tel Aviv ke Yerusalem.
“Yerusalem itu kota suci tiga agama, dan Kristen juga menolak Yerusalem itu dijadikan sebagai ibukota Isreal,” ujarnya.
Sehingga Muhyiddin, sikap UEA yang menjalin hubungan diplomatik dengan Isreal, itu sangat merusak upaya negara-negara Islam. Sikap Uni Emirat Arab (UEA) yang menjalin hubungan diplomasi dengan Israel sangat merusak upaya negara-negara Islam memperjuangkan kemerdekaan bagi negara Palestina atas jajahan Isreal.
“Sikap UEA sangat merusak upaya negara Islam, sangat kontraproduktif, dan sangat mencoreng nama baik negara Arab. Kalau menurut persi orang Palestina, itu menikam dari belakang,” tegas KH Muhyiddin Junaidi.
Seperti diketahui, pada Kamis (13/8/2020), UEA sepakat untuk bermitra dan menetapkam peta jalan membangun hubungan internasional dengan Isreal.