KKP: Potensi Ikan Hias Harus Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOGOR — Kementeria Kelautan Perikanan (KKP) mendorong peran Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai pelayanan pengembangan, pusat promosi serta pemasaran sebagai tempat inkubator bisnis UMKM dan kawasan eduwisata ikan hias.

Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo mengajak para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam penguatan daya saing produk ikan hias.
“Potensi sumber daya ikan hias adalah anugerah bagi bangsa Indonesia yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, dan memiliki potensi besar sebagai penghasil devisa negara,” kata Nilanto Perbowo, Selasa (18/8/2020).
Nilanto mengungkapkan, bisnis ikan hias merupakan salah satu usaha yang tidak terdampak oleh pandemi covid 19. Kebanyakan masyarakat yang membeli ikan hias untuk mengusir kejenuhan selama diterapkannya pembatasan sosial.
Menurutnya, berbagai cara bisa dilakukan dalam mendongkrak nilai jual ikan hias, seperti melalui gelaran kontes ikan hias yang dilakukan di Raider Ikan Hias Cibinong. Melalui kontes ikan hias jenis diskus, tentunya menjadi salah satu media promosi untuk meningkatkan kualitas, peminat dan pemasaran.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa nilai ekspor ikan hias Indonesia dengan tujuan beberapa negara terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren peningkatan perdagangan ikan hias dalam kurun waktu tahun 2012-2019 mencapai USD33,11 juta.
Adapun negara utama tujuan ekspor ikan hias Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang dan Singapura. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai eksportir ikan hias terbesar ketiga di dunia setelah Singapura dengan 24% market share.
“Tapi yang harus dipahami bahwa tak hanya untuk ekspor, permintaan ikan hias dalam negeri juga terus tumbuh,” tandasnya mengatakan KKP akan mendorong permintaan pasar dan menumbuhkan pelaku usaha baru untuk meningkatkan perekenomian masyarakat.
Indonesia dikenal memiliki banyak spesies ikan hias, baik dari jenis air tawar maupun laut. Tercatat, dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia, 400 spesies di antaranya berasal dari Indonesia.
Kemudian dari jenis air laut, Indonesia memiliki 650 spesies dan diduga masih banyak lagi yang belum ditemukan.
Ketua Komunitas Diskus CBD (CBD Discus Community), Teddy menyebutkan, permintaan ikan hias terus meningkat karena semakin banyaknya masyarakat yang memilih hobi baru, memelihara ikan hias selama Pembatasan Sosial Berskala Besar.
“Selain sebagai hobi, ikan hias juga membuka banyak peluang bisnis mulai dari pembenihan, pembesaran, pakan, obat, aksesoris pemeliharaan ikan, pelatihan dan bahkan menjadi youtuber dengan konten seputar ikan hias,” jelas Teddy.
Berkembangnya bisnis ikan hias serta permintaannya yang semakin tinggi perlu diiringi dengan peningkatan performa industri ikan hias di Indonesia.