Kenakan Baju Adat, Brigif Para Raider 18/Trisula Tekankan Pentingnya Keberagaman

Editor: Koko Triarko

MALANG – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat prajurit Brigif Para Raider 18/Trisula untuk turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia. Berbeda dengan hari biasa, dalam acara tersebut prajurit Brigif Para Raider 18/Trisula tidak mengenakan seragam loreng khas tentara, namun justru mengenakan pakaian khas daerah masing-masing. 

Komandan Brigif Para Raider 18/Trisula, Kolonel Inf. Ahmad Hadi Al Jufri, menjelaskan dalam perayaan hari kemerdekaan ke-75 RI kali ini, Brigif Para Raider 18/Trisula ingin lebih menonjolkan keanekaragaman etnis, suku dan budaya yang ada di Indonesia. Karena keanekaragaman tersebut merupakan aset kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Komandan Brigif Para Raider 18/Trisula, Kolonel Inf. Ahmad Hadi Al Jufri, dalam perayaan HUT ke-75 RI di lapangan Brigade, Senin (17/8/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

“Pada momen kemerdekaan kali ini, kami hilangkan identitas militer dan mengangkat keanekaragaman budaya, untuk menggugah kembali bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia memiliki aset sangat besar berupa keragaman suku, agama, etnis dan budaya yang wajib untuk jaga,” jelasnya dalam perayaan HUT ke-75 RI di lapangan Brigade, Senin (17/8/2020).

Dikatakan Al Jufri, saat ini anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk Brigif Para Raider 18/Trisula, dihuni oleh para prajurit yang berasal dari berbagai daerah yang memiliki keberagaman budaya. Sebab itu, tidak berlebihan jika Brigif Para Raider 18/Trisula dianggap sebagai miniatur Indonesia.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, bahwa Brigif Para Raider 18/Trisula sebagai miniatur Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa dan agama,” ucapnya.

Di samping itu, melalui peringatan kemerdekaan RI, Al Jufri ingin mengingatkan kembali kepada seluruh prajurit, bahwa sesungguhanya TNI berasal dan terlahir dari rakyat, sehingga yang mereka lakukan adalah untuk rakyat.

“Dalam rangka mengisi kemerdekaan, kami ingin menyadarkan, bahwa TNI bersama rakyat merupakan ujung tombak dalam menjaga keberagaman bagsa Indonesia. Inilah nilai-nilai yang ingin kami angkat, agar persatuan dan kesatuan Indonesia bisa terus terwujud,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Al Jufri, kondisi pandemi Covid-19 tidak boleh menyurutkan semangat dalam memperingati hari kemerdekaan RI. Tapi, justru harus dijadikan sebagai momen untuk membangkitkan kembali semangat menjaga keragaman.

“Meskipun dalam kondisi pandemi, kami ingin menjadikan peringatan HUT RI sebagai momen untuk membangkitkan kembali semangat menjaga keberagaman bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu Pasiintel Brigif Para Raider 18/ Trisula, Kapten Inf Reza Satria, mengatakan, untuk menyemarakkan perayaan HUT ke-75 RI, Brigif Para Raider 18/ Trisula juga mengadakan berbagai macam perlombaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Ada lomba jepit balon, makan kerupuk, pecah balon, pindah air, estafet sarung  bola voly, balap karung dan tarik tambang, yang diikuti oleh anggota keluarga prajurit Brigif Para Raider 18/ Trisula,” pungkasnya.

Lihat juga...